PLN UIP Nusra Gelar Project Talks Series #25, Kupas Strategi Sukses PLTMG Sumbawa 2 30 MW dan SUTT Jeranjang-Sekotong

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:34:31 WIB
PLN UIP Nusra membahas strategi sukses pembangunan PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT Jeranjang-Sekotong dalam Project Talks Series #25.

MATARAM — Dua proyek ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di NTB.

Bukan Sekadar Tuntas Konstruksi

Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Widya Anggoro Putro, menekankan bahwa keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari selesainya konstruksi atau tercapainya target operasi komersial.

“Keberhasilan proyek sejatinya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, kontribusinya terhadap pembangunan daerah, serta nilai tambah yang dihasilkan bagi perusahaan dan bangsa,” ujar Widya mewakili Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar.

Teknologi Dual Fuel dan Ketahanan Sistem Tambora

Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, memaparkan bahwa PLTMG Sumbawa 2 menggunakan tiga unit mesin dual fuel tipe W20V31DF produksi Wartsila, Finlandia. Teknologi ini memungkinkan pembangkit beroperasi menggunakan bahan bakar gas maupun minyak, sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih bersih.

Seluruh unit mesin telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan dinyatakan lolos seluruh tahapan pengujian, termasuk performance test, pada April 2026. Kehadiran pembangkit ini langsung berdampak pada peningkatan daya mampu Sistem Tambora, dari sebelumnya 168 MW menjadi 191,91 MW, dengan reserve margin sekitar 21 persen.

Menghubungkan Lombok, Mengantisipasi Defisit Daya

Sementara itu, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong membentang sepanjang 31,22 kilometer route dengan total 76 tower transmisi. Infrastruktur ini berhasil energize pada 23 Oktober 2025 dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi pada November 2025.

Manager Pengendalian Proyek PT PLN (Persero) UIP Nusra, Taufan Febri Herdian, menjelaskan bahwa PLTMG Sumbawa 2 dibangun untuk mengantisipasi risiko defisit daya di Sistem Tambora. Adapun SUTT Jeranjang-Sekotong berperan meningkatkan keandalan jaringan transmisi di Pulau Lombok dan membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, investasi, serta pariwisata di wilayah Sekotong.

Pelajaran dari Lapangan: Long Lead Item dan Regulasi

Dalam forum yang diikuti insan PLN Group dari berbagai unit di seluruh Indonesia itu, Taufan juga membagikan sejumlah pembelajaran penting. Dua di antaranya adalah perlunya memastikan kepastian jadwal fabrikasi long lead item kritikal sejak awal proyek serta memperkuat klausul kontrak terhadap potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi biaya, jadwal, maupun lingkup pekerjaan.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menambahkan bahwa karakteristik geografis, sosial, dan logistik di Nusa Tenggara yang unik dan penuh tantangan dapat diatasi melalui sinergi yang solid dan koordinasi lintas fungsi.

“Proyek strategis ini berperan penting dalam memperkuat keandalan Sistem Tambora, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, termasuk sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” pungkas Manurung.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top