MATARAM — Bank NTB Syariah kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai lembaga penyalur KUR nasional pada tahun 2026. Plafon yang digenggam mencapai Rp40 miliar, terdiri dari Rp30 miliar untuk sektor UMKM dan Rp10 miliar khusus untuk pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penandatanganan kerja sama dengan Kementerian UMKM menjadi momentum bagi bank daerah ini untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan calon pekerja migran di NTB. Sebelumnya, Bank NTB Syariah vakum dari skema KUR selama hampir satu dekade.
Plafon Rp30 miliar untuk UMKM diarahkan ke sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyebut sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, hingga jasa menjadi target utama penyaluran.
Sementara itu, alokasi Rp10 miliar untuk PMI dirancang membantu masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri. Pembiayaan ini diklaim mudah diakses, terjangkau, dan sesuai prinsip syariah. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja migran melalui akses permodalan yang legal dan aman.
Kembalinya Bank NTB Syariah sebagai penyalur KUR menjadi catatan tersendiri. Selama delapan tahun, bank tersebut tidak memperoleh alokasi program KUR dari pemerintah. Kini, kepercayaan itu pulih dan dibuktikan dengan plafon Rp40 miliar untuk tahun 2026.
“Kami bersyukur Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat. Ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dan masyarakat produktif di Nusa Tenggara Barat,” ujar Nazaruddin dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, pembiayaan KUR diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing UMKM, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Nazaruddin menegaskan, keberadaan KUR akan memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang selama ini dikembangkan Bank NTB Syariah. Sektor-sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, dan jasa menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang bakal diuntungkan.
Bank NTB Syariah optimistis penyaluran KUR tahun 2026 berkontribusi positif terhadap peningkatan inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja di NTB. Ke depan, bank daerah ini akan bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain agar program KUR menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang membutuhkan modal.
Sebagai bank daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah berkomitmen menghadirkan layanan dan produk pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, dan bermanfaat luas bagi masyarakat—sesuai semangat “Amanah untuk Berkah Bermakna”.