LOMBOK TENGAH — Ribuan anak yatim-piatu yang tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah menjadi penerima manfaat program tahunan ini. Rahman Rahim Day sendiri merupakan agenda rutin Pemkab Lombok Tengah yang memadukan kegiatan sosial dan keagamaan setiap bulan Muharam.
Bupati Lalu Pathul Bahri menekankan bahwa sumber dana santunan ini murni dari iuran sedekah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. "Santunan yang didistribusikan bersumber dari program sedekah yang dikumpulkan oleh para ASN," ujarnya dalam keterangan yang diterima Lingkar.news.
Dengan skema ini, program diharapkan tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan bisa berkelanjutan setiap tahun.
Bupati menyebut kegiatan ini telah memicu efek kepedulian dari berbagai pihak lain. Sejumlah pondok pesantren dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mulai turut serta menyantuni anak yatim di wilayah masing-masing.
"Kami bersyukur atas meningkatnya kepedulian masyarakat dan pihak pesantren terhadap anak yatim dari waktu ke waktu," kata Lalu Pathul Bahri.
Di sela-sela pembagian santunan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada ASN dan seluruh pihak yang mendukung keberlanjutan program ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah.
"Mari kita terus meningkatkan sinergisitas dalam mendukung percepatan pembangunan di Lombok Tengah," imbaunya.
Tidak seperti santunan yatim pada umumnya yang mengandalkan donasi perusahaan atau perorangan, Rahman Rahim Day di Lombok Tengah justru mengandalkan iuran bulanan pegawai negeri. Model ini dinilai lebih stabil karena jumlah peserta dan nominalnya terukur.
Pemkab Lombok Tengah berencana memperluas jangkauan program ini ke kecamatan-kecamatan yang belum terjangkau secara maksimal pada tahun depan.