Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda NTB Pimpin Doa Lintas Agama di Mataram, Tokoh 5 Keyakinan Hadir

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 00:17:01 WIB
Kapolda NTB memimpin doa lintas agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Mataram.

MATARAM — Suasana khidmat menyelimuti Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Selasa (30/6/2026) siang. Para pejabat utama dan perwakilan tokoh dari lima agama—Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha—duduk berdampingan memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Mereka bergantian memimpin doa, memohon keberkahan dan keselamatan bagi institusi Polri yang genap berusia 80 tahun pada 1 Juli mendatang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk tanpa sekat perbedaan.

Makna Doa Lintas Agama Bagi Polri di Usia 80 Tahun

Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menyebut doa bersama ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum introspeksi dan penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini kita berikhtiar dan berdoa bersama lintas agama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri tetap diberikan kekuatan, kemampuan serta kesempatan untuk berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ungkap Kapolda kepada awak media usai kegiatan.

Ia menegaskan bahwa Polda NTB berkomitmen menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Stabilitas keamanan dan ketertiban, kata dia, menjadi prasyarat utama untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan warga NTB.

Keberagaman sebagai Modal Sosial di Bumi Gora

Kapolda menilai keberagaman budaya dan agama yang dimiliki Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, merupakan kekuatan besar dalam menjaga persatuan. Ia menyebut doa bersama para tokoh lintas agama memiliki makna mendalam bagi institusi Polri.

“Karena keberagaman budaya dan agama yang kita miliki akan menjadi modal utama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia tercinta ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polda NTB berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus terpelihara. Hal itu sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat Polri yang Presisi, humanis, dan dekat dengan masyarakat di Bumi Gora.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top