MATARAM — Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman nyata yang bisa menggerus nilai-nilai kebangsaan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Seminar Deradikalisasi bagi Pegawai Negeri Polri di lingkungan Satker Polda NTB dan Polres jajaran, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB tersebut dihadiri para pejabat utama Polda NTB serta seluruh personel Polri dan ASN Polri dari satuan kerja maupun Polres/ta jajaran.
Pencegahan Radikalisme Lewat Pendekatan Edukatif
Dalam sambutannya, Wakapolda menekankan bahwa upaya pencegahan dan deradikalisasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan tidak hanya represif, melainkan juga edukatif dan dialogis.
“Seminar ini merupakan bentuk komitmen Polda NTB dalam meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan ketahanan ideologi seluruh personel agar mampu menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga dan memelihara kerukunan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho.
Sinergi dengan BNPT dan Densus 88 Antiteror
Pelaksanaan seminar ini disebut sejalan dengan program deradikalisasi yang selama ini dijalankan Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri. Wakapolda menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam mencegah berkembangnya paham-paham radikal.
“Seminar yang kita laksanakan ini sejalan dengan program deradikalisasi Polri bersama BNPT dan Densus 88 AT. Sinergitas seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam mencegah berkembangnya paham radikal,” tambahnya.
Target: ASN Polri Jadi Agen Pemersatu Bangsa
Wakapolda berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polda NTB. Ia juga ingin ASN Polri berperan sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu menjaga stabilitas keamanan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Melalui seminar ini, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus membangun personel yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki ketahanan ideologi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern.