Pelindo Raup Laba Rp2,01 Triliun, Pupuk Indonesia Melonjak 230% — Bukti Transformasi BUMN Mulai Berbuah

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 13:31:31 WIB
Pelindo catat laba Rp2,01 triliun hingga Mei 2026, naik 94 persen dibanding tahun sebelumnya.

NUSA TENGGARA BARATKepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa tren positif ini merupakan bukti arah kebijakan yang tepat. "Transformasi telah mulai memberikan hasil nyata. Capaian kinerja hingga pertengahan 2026 menunjukkan peningkatan signifikan," ujarnya dalam keterangan resmi.

Laba Meroket, Efisiensi Terjaga

Berdasarkan laporan kinerja hingga Mei 2026, Pelindo berhasil membukukan laba sebesar Rp2,01 triliun. Angka itu melesat 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian Pupuk Indonesia bahkan lebih fantastis. Perusahaan pupuk pelat merah itu mencatatkan laba bersih Rp6,70 triliun, alias melonjak 230 persen secara year-on-year. Lonjakan ini menunjukkan daya saing perusahaan kian kokoh di tengah tekanan harga komoditas global.

Bukan Sekadar Gemuk, Tapi Sehat dan Ringkas

Dony menjelaskan, transformasi tidak hanya berfokus pada perbaikan neraca keuangan. Pemerintah juga mendorong penyederhanaan struktur organisasi di tubuh BUMN. Langkah ini memangkas biaya operasional yang selama ini membengkak akibat tumpang tindih fungsi antar-entitas.

"Dengan organisasi yang lebih ringkas, pengambilan keputusan jadi lebih cepat. Koordinasi antar-unit usaha juga lebih efektif," jelas Dony.

Selain itu, penguatan tata kelola perusahaan atau good corporate governance menjadi fondasi utama. Transparansi, akuntabilitas, dan keputusan berbasis data kini menjadi standar operasi di hampir semua perusahaan negara.

Dampak ke Masyarakat dan Investor

Kinerja yang sehat berdampak langsung pada pelayanan publik. BUMN yang mengelola sektor strategis—dari logistik, energi, hingga pangan—kini punya ruang fiskal lebih besar untuk menjalankan program prioritas pemerintah. Investasi di infrastruktur, hilirisasi, ketahanan pangan, hingga transisi energi bisa berjalan lebih agresif.

Di sisi lain, tata kelola yang profesional meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global. "Sinyal positif ini penting agar kepercayaan masyarakat dan pasar tetap terjaga," pungkas Dony.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: suaradewata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top