KOTA BIMA — Program Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera atau Samarasa resmi berjalan di Kota Bima. Inovasi dari Pemerintah Kota Bima ini mendapat sokongan langsung dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, menyatakan komitmennya all out mendukung pengendalian inflasi di Kota Bima. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat moral, tetapi juga material.
“Kami di Bank Indonesia all out memberikan dukungan terhadap pengendalian inflasi di Kota Bima melalui Program Samarasa. Kami berharap dukungan ini dapat membantu menurunkan sekaligus menjaga inflasi tetap stabil,” ujar Hario di sela peluncuran program di Pasar Induk Ama Hami, Kota Bima, Sabtu (4/7).
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah penyewaan satu unit kendaraan roda empat jenis pikap. Mobil ini akan digunakan sebagai sarana operasional TPID Kota Bima.
Kendaraan tersebut diharapkan memperlancar distribusi komoditas pangan dan pelaksanaan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau ke tengah masyarakat. Menurut Hario, stabilitas inflasi menjadi faktor krusial dalam menjaga perekonomian daerah.
“Melalui dukungan ini kami berharap sinergi dan kolaborasi TPID Provinsi NTB bersama TPID Kota Bima semakin kuat dalam mengendalikan inflasi,” katanya.
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan mengungkapkan bahwa komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat masih menjadi penyumbang utama inflasi di kota itu. Saat ini, harga tomat mencapai sekitar Rp14.000 per kilogram.
“Untuk mengendalikan inflasi tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus disertai aksi nyata di lapangan agar harga bisa lebih stabil,” ujar Feri.
Ia menambahkan, biaya distribusi dan transportasi diduga menjadi faktor tingginya harga sejumlah komoditas. Oleh karena itu, bantuan mobil pikap dari BI NTB dinilai strategis untuk menekan ongkos distribusi.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamyanti Putri menyebutkan hasil pemantauan TPID Provinsi NTB menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Kota Bima masih mencukupi. Harga kebutuhan pokok juga relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
“Kami optimistis inflasi di Kota Bima masih dapat dikendalikan melalui berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Program Samarasa sendiri merupakan langkah konkret Pemkot Bima dalam memperkuat pengendalian inflasi. Feri Sofiyan menyampaikan apresiasi kepada BI NTB atas dukungan yang diberikan. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut agar daya beli masyarakat tetap terjaga.