NUSA TENGGARA BARAT — Kemenangan Inggris di kandang Meksiko yang legendaris itu harus dibayar mahal. Bek Jarell Quansah mendapat kartu merah setelah tekel kerasnya terhadap Jesus Gallardo ditinjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Wasit asal Iran, Alireza Faghani, juga memberikan hadiah penalti untuk Meksiko setelah Harry Kane dianggap melanggar di kotak terlarang.
Tuchel tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kualitas wasit di turnamen ini jauh dari harapan untuk sebuah kompetisi level tertinggi.
"Ini tidak cukup baik. Wasit bisa mengusir tim mana pun kapan saja. Keputusannya tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan," ujar Tuchel dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip dari laporan media Inggris.
Pelatih asal Jerman itu menyoroti inkonsistensi yang merugikan. Ia mencontohkan, pelanggaran ringan Declan Rice di menit pertama langsung dihadiahi kartu kuning, sementara insiden lain yang serupa tidak dihukum setimpal.
Tuchel secara spesifik mengkritik penggunaan VAR yang dianggapnya berlebihan. Menurutnya, tayangan ulang foto diam (stills) tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menentukan pelanggaran dalam olahraga kontak seperti sepak bola.
"Apakah Anda pikir Harry (Kane) saat itu berpikir 'Oh, VAR!'? Dia hanya berlari mengejar bola dan terjadi kontak. Ini olahraga kontak. Anda tidak bisa melihat foto diam dan berkata, 'Oh, kontak, penalti'," tegasnya.
Ia menambahkan, permainan level tinggi saat ini sudah berubah drastis. Tim-tim yang dianggap "kecil" seperti Republik Demokratik Kongo dan Cape Verde pun bermain dengan intensitas luar biasa. "Anda butuh wasit level tertinggi. Ini tidak cukup baik untuk para pemain dan untuk permainan ini," tambahnya.
Di balik kontroversi yang ada, Tuchel memuji semangat juang anak asuhnya. Bermain dengan 10 pemain di kandang Meksiko yang terkenal angker adalah ujian berat yang berhasil dilewati.
"Kemenangan ini menambah keyakinan kami bahwa kami layak bertahan di turnamen ini. Dari babak 32 besar hingga 16 besar, Anda hanya perlu mencari cara untuk tetap hidup. Mulai dari perempat final, hanya ada delapan tim dan semuanya punya peluang juara," ucap Tuchel.
Kabar buruk lain menimpa Inggris. Gelandang Brentford, Jordan Henderson, dipastikan absen di sisa turnamen. Ia mengalami patah pergelangan tangan saat terjatuh ketika melompati papan iklan dalam selebrasi kemenangan.
Henderson harus menjalani operasi dan dirawat di rumah sakit semalam dengan didampingi staf medis tim. Inggris akan menghadapi Norwegia di perempat final, Sabtu (20/4) di Miami, tanpa Quansah yang terkena sanksi akumulasi kartu merah.