BRIDA NTB Gandeng Smart ID Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah, Fokus Hilirisasi Riset hingga Komersialisasi Produk

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 19:03:31 WIB
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi (kanan) bersama perwakilan Smart ID menunjukkan dokumen kerja sama di Kantor BRIDA NTB, Lombok Barat, Selasa (14/7/2026).

MATARAM — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng platform teknologi Smart ID untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah. Kesepahaman awal ini dicapai dalam audiensi yang digelar di Kantor BRIDA NTB, Lombok Barat, Selasa (14/7/2026).

Ruang Lingkup Kemitraan: dari Pendampingan Riset hingga Komersialisasi

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, bersama jajarannya dan perwakilan Smart ID menyepakati sejumlah poin kerja sama. Mulai dari pendampingan riset, penyusunan dokumen strategis, pengembangan inovasi daerah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Smart ID, melalui layanan Smart Consulting, akan memberikan pendampingan penyusunan kajian dan dokumen strategis. Layanan ini mencakup skema tenaga ahli hingga penyusunan dokumen tahap final.

Mengapa BRIDA NTB Butuh Mitra Teknologi?

Gede Putu Aryadi menegaskan, Pemprov NTB berkomitmen mengarahkan kebijakan riset dan inovasi berbasis terapan. Kebijakan ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Roadmap Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Provinsi NTB.

“Saat ini masih terdapat berbagai inovasi, khususnya inovasi digital, yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan nilai tambah ekonomi. Oleh karena itu, BRIDA mendorong penguatan ekosistem inovasi mulai dari pendampingan, implementasi teknologi, hilirisasi hasil riset, hingga komersialisasi produk inovasi,” ujar Gede Putu Aryadi.

Transformasi Internal BRIDA: dari Struktural ke Fungsional

Sejak tahun 2025, BRIDA NTB telah bertransformasi dari organisasi yang didominasi jabatan struktural menjadi organisasi berbasis jabatan fungsional. Menurut Gede, perubahan ini membuat tim lebih fleksibel dan ahli di bidangnya.

“Dengan terbentuknya Pokja Workshop dan Pusat Sains Iptek, kami ingin mendorong inovasi yang tidak berhenti pada konsep. Kami ingin inovasi ini mampu diterapkan di lapangan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Data Inovasi Daerah Sudah Dihimpun, Kolaborasi untuk Percepatan

Dalam sesi diskusi, Kelompok Kerja (Pokja) Inovasi Hilirisasi dan Kemitraan BRIDA NTB melaporkan bahwa sebagian besar data inovasi daerah telah berhasil dihimpun. Data tersebut mencakup perizinan dan profil daerah yang diperlukan untuk memenuhi indikator pemerintah pusat.

Pokja menyambut baik peluang kolaborasi dengan Smart ID. Tujuannya, mendapatkan pendampingan, konsultasi, serta saling berbagi praktik terbaik dalam penguatan inovasi di NTB.

Perluas Sinergi dengan Akademisi untuk Hilirisasi Riset

BRIDA NTB juga memperluas sinergi dengan sektor akademis, seperti Universitas Mataram (Unram) dan UIN Mataram. Kerja sama ini bertujuan agar hasil penelitian perguruan tinggi bisa diimplementasikan langsung sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui pertemuan ini, BRIDA NTB dan Smart ID sepakat untuk membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan. Smart ID juga siap menyediakan layanan telaah dokumen serta menghadirkan narasumber kompeten untuk kegiatan ilmiah dan pengembangan kebijakan berbasis data.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top