LOMBOK TENGAH — Dua sekolah menengah kejuruan di Lombok kini memiliki alat peraga baru untuk praktik teknik otomotif. SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin Toyota tipe 2TR berbahan bakar bensin, sedangkan SMKN 2 Kuripan mendapatkan satu unit mesin tipe 2GD berbahan bakar diesel.
Donasi dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini diserahkan langsung di SMKN 1 Jonggat, Selasa (14/7/2026). Kedua jenis mesin tersebut merupakan teknologi yang saat ini banyak digunakan pada kendaraan Toyota di Indonesia.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, inisiatif ini berlandaskan filosofi perusahaan "Make People Before Make Product". Ia meyakini pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama bagi kemajuan industri dan bangsa.
"Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing," ujar Nandi dalam sambutannya.
Program Vocational School Development yang dijalankan TMMIN tidak hanya berhenti pada pemberian alat peraga. Perusahaan juga menerapkan program Implementasi Budaya Industri di SMK binaan untuk menanamkan disiplin, efisiensi, ketelitian, dan keselamatan kerja sejak dini.
Nandi menjelaskan, konsep link and match antara pendidikan dan industri menjadi syarat penting. "Sekolah menyiapkan kompetensinya, industri turut membentuknya. TMMIN ingin ambil bagian dalam proses itu dengan mendukung langkah pemerintah memperkuat daya saing lulusan vokasi," katanya.
Sebelum menjangkau Lombok, program pembinaan pendidikan vokasi TMMIN telah diterapkan di 29 SMK binaan di Pulau Jawa. Perluasan ke NTB menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri ke lebih banyak daerah.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri, TMMIN berharap ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia semakin berkualitas. Langkah di Lombok menjadi bukti bahwa pengembangan SDM tidak lagi terpusat di Jawa.