MATARAM — Kunjungan kerja orang nomor satu di Polda NTB itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kapolda menegaskan, agenda tersebut murni untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga penegak hukum.
“Memang dalam pelaksanaan kerja, kolaborasi ini sangat penting. Kami juga kawan lama, pernah bersama di Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan sinergitas di NTB yang selama ini sudah baik, bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujar Kalingga di depan awak media.
Penguatan Criminal Justice System di NTB
Kajati NTB Wahyudi menambahkan, koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan selama ini sudah terbangun dengan baik. Ia menekankan pentingnya hubungan tersebut dalam setiap tahapan penanganan perkara.
“Kita sudah lama terhubung dengan komunikasi yang baik, terutama dalam penanganan perkara. Kebetulan beliau hadir sebagai pejabat baru di NTB, maka koordinasi yang sudah berjalan baik ini kita lanjutkan dan perkuat,” jelas Wahyudi.
Koordinasi dari Penyidikan hingga Penuntutan
Menurut Wahyudi, sinergi antara dua institusi ini memiliki peran krusial. Mulai dari fungsi penyelidikan dan penyidikan di kepolisian, hingga fungsi penuntutan di kejaksaan.
“Di kepolisian ada fungsi penyelidikan dan penyidikan, sementara di kejaksaan ada penuntutan. Di situlah pentingnya koordinasi, termasuk dalam hal permintaan petunjuk agar proses hukum berjalan optimal,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut tidak secara spesifik membahas persoalan tertentu dari pusat yang tengah menjadi perhatian publik. Fokus utama tetap pada penguatan sistem peradilan pidana di tingkat daerah.
“Kalau terkait masalah, ini lebih pada penguatan sinergitas dalam criminal justice system. Di daerah ini harus terus kita kuatkan,” tegasnya.
Langkah Strategis Jaga Soliditas Aparat Hukum
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis menjaga soliditas antar aparat penegak hukum di NTB. Kedua pimpinan berharap, penanganan perkara ke depan bisa berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.