Gubernur NTB Miq Iqbal Berburu Kembali Tradisi Juara MTQ Nasional, 58 Pesita Dikarantina di Asrama Haji

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 12:45:31 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambangi pusat karantina peserta MTQ Nasional di Asrama Haji Kelas I Lombok, Senin (13/7/2026).

MATARAM — NTB punya sejarah panjang sebagai langganan tiga besar MTQ Nasional. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal ingin tradisi itu hidup lagi. Ia menyambangi langsung para peserta, pelatih, dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB di pusat karantina Asrama Haji Kelas I Lombok, Senin (13/7/2026).

“Saya ingat betul saat saya masih kecil, setiap nama NTB disebut dalam ajang nasional, daerah lain merasa was-was karena kita hampir selalu masuk tiga besar. Kemuliaan, martabat, dan rasa hormat itu harus kita rebut kembali,” ujar Miq Iqbal di hadapan para kafilah.

Target Besar: Bukan Sekadar Juara

Menurut Miq Iqbal, ambisi mengembalikan NTB ke jajaran terbaik bukan semata urusan piala. Lebih dari itu, ini soal membangun kembali tradisi melahirkan generasi Qur’ani yang dulu menjadi kebanggaan daerah. Ia menyebut pembinaan yang terarah dan berkesinambungan sebagai fondasi utama.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, sudah mulai membenahi organisasi LPTQ. Langkah ini diambil agar pembinaan tidak lagi berjalan setengah hati. Miq Iqbal juga menyampaikan visi besar: menjadikan NTB bukan hanya Pulau Seribu Masjid, tetapi juga Serambi Al-Qur’an Indonesia.

“Saya ingin orang datang ke NTB bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk belajar Al-Qur’an. Kita ingin NTB menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani sekaligus menjadi rujukan pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia,” tegasnya.

Karantina Intensif 58 Peserta di Asrama Haji

Ketua Harian LPTQ Provinsi NTB, TGH. Dr. Sabarudin, menjelaskan bahwa training center ini diikuti 58 peserta terbaik yang tersebar di 8 cabang musabaqah dan 21 golongan. Mereka didampingi 16 pelatih yang siap membimbing secara intensif.

Para peserta tidak hanya menjalani latihan tatap muka. Setelah karantina selesai, pembinaan akan dilanjutkan secara daring hingga pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026. Setiap hari, kemampuan mereka dievaluasi untuk mengukur perkembangan.

“Seluruh pelatih berkomitmen memberikan pendampingan terbaik agar kafilah NTB mampu tampil optimal,” jelas Sabarudin.

Pesan Gubernur: Jaga Disiplin dan Kesehatan

Menutup kunjungannya, Miq Iqbal mengingatkan para peserta untuk menjaga disiplin, kesehatan, dan kekompakan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan jajaran LPTQ yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga.

“Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan tanamkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan yang terbaik. Tugas kita adalah berusaha maksimal, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah SWT,” pesannya.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top