India Gelontorkan Dana Ratusan Triliun Rupiah untuk Bikin HP Sendiri, Target Geser China

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 00:21:02 WIB
Pemerintah India meluncurkan program insentif senilai Rp105 triliun untuk mendorong produksi ponsel dalam negeri.

NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah India resmi meluncurkan Mobile Phone Manufacturing Scheme, program insentif lima tahun senilai ?625 miliar (sekitar US$ 6,5 miliar atau Rp 105 triliun). Skema ini memberikan imbalan 2,25% hingga 5% dari nilai penjualan yang memenuhi syarat, ditambah bonus 1,5% bagi perusahaan yang mau memproduksi komponen dan sub-rakitan di dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi New Delhi untuk mengurangi ketergantungan pada China yang saat ini menguasai 63% produksi ponsel global.

Target Produksi Rp 6.500 Triliun dan 60.000 Lapangan Kerja Baru

Pemerintah India memperkirakan total produksi ponsel selama periode program bisa mencapai ?39 triliun (sekitar US$ 405 miliar atau Rp 6.500 triliun). Selain itu, skema ini ditargetkan menciptakan sekitar 60.000 lapangan kerja langsung. Program berjalan hingga Maret 2031.

India juga mengalokasikan dana tambahan ?1,28 triliun (sekitar US$ 13,3 miliar) untuk memperkuat industri semikonduktor. Dana ini memperluas program insentif chip senilai US$ 10 miliar yang sudah diluncurkan sejak 2021, dengan fokus baru pada peralatan chip, material, desain, dan riset.

Dari Sekadar Merakit Jadi Bikin Komponen Sendiri

"Program ini menandai pergeseran dari pola 'rakit lebih banyak' ke 'kedalaman, riset, dan nilai tambah lokal'," ujar Navkendar Singh, associate vice president IDC. Selama ini India unggul di perakitan akhir tapi masih bergantung pada komponen impor. Dengan insentif baru, pemerintah ingin pemasok Apple dan Samsung mau memproduksi komponen di India.

Apple mulai merakit iPhone di India pada 2017 dan kini sekitar 25% produksi iPhone dilakukan di sana melalui Foxconn dan Tata Group. Pekan lalu, pemerintah India juga menyetujui joint venture antara Vivo (China) dan Dixon Technologies (India) untuk manufaktur ponsel. New Delhi bahkan menghapus bea masuk untuk beberapa komponen ponsel dan elektronik, langkah yang bisa menekan biaya produksi bagi Apple dan Xiaomi.

Mengapa Ini Penting untuk Pasar Global

Menurut Counterpoint Research, pangsa India dalam produksi ponsel global baru 18% pada 2025, jauh di bawah China yang 63%. Namun, Tarun Pathak, research director Counterpoint, menilai program lima tahun ini bisa mendorong imbal hasil jangka panjang bagi ekosistem komponen India. "Merek ponsel sedang berusaha menghemat setiap sen pada pengadaan komponen karena harga memori mencapai rekor tertinggi," kata Pathak. Produksi lokal dinilai menguntungkan terutama saat rupee India melemah terhadap dolar AS.

India juga ingin menghidupkan kembali merek ponsel lokal seperti Micromax, Karbonn, dan Lava yang tergusur oleh Xiaomi, Vivo, dan Oppo. Program ini memberikan insentif tambahan 3% dari penjualan untuk riset dan desain produk guna mengembangkan merek India.

Ambisi Besar: 40% Produksi Ponsel Global

Pankaj Mohindroo, chairman India Cellular and Electronics Association yang beranggotakan Apple dan Google, menargetkan India bisa menguasai 35-40% produksi ponsel global. "Kebijakan baru ini bisa membantu membangun jaringan pemasok, keahlian teknik, dan pengetahuan manufaktur yang diperlukan," ujarnya.

India membuktikan bisa memenangkan peran lebih besar dalam manufaktur global lewat kesuksesan perakitan iPhone. Tantangan berikutnya adalah apakah pemasok, teknologi, dan produksi bernilai tinggi benar-benar akan mengikutinya. Bagi konsumen Indonesia, persaingan ini berpotensi menekan harga ponsel dalam jangka panjang jika rantai pasok global semakin terdiversifikasi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top