Pencarian

7 Tempat Makan Murah Enak di Nusa Tenggara Barat yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Pilihan Kuliner Khas

Senin, 13 Juli 2026 • 22:45:53 WIB
7 Tempat Makan Murah Enak di Nusa Tenggara Barat yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Pilihan Kuliner Khas
Suasana Pasar Mandalika di Mataram yang ramai pengunjung sejak pagi hari.

Pulau Lombok dan Sumbawa bukan cuma soal pantai dan bukit. Di balik rute perjalanan, ada warung-warung tua yang dagangannya sudah puluhan tahun jadi andalan warga sekitar. Dari pengalaman melintasi Mataram, Cakranegara, hingga Bima, saya menemukan beberapa titik yang layak disinggahi saat perut mulai keroncongan.

Harga di tempat-tempat ini rata-rata masih di kisaran Rp10.000 sampai Rp25.000 per porsi. Tapi perlu diingat, harga bisa berubah tergantung musim dan lokasi. Lebih baik cek langsung ke tempatnya sebelum datang.

1. Pasar Tradisional sebagai Titik Awal Berburu Kuliner Murah

Kalau Anda baru pertama kali ke NTB, jangan lewatkan pasar tradisional. Pasar Mandalika di Mataram atau Pasar Ampenan punya jajaran pedagang yang menjual ayam taliwang dan sate bulayak dengan harga jauh lebih miring dibanding restoran di pusat kota.

Tipsnya: datang sebelum pukul sembilan pagi. Pilihan lauk masih banyak, dan sambalnya masih segar. Saya sendiri sering mampir ke lapak ibu-ibu di Pasar Ampenan yang menjual plecing kangkung dengan kacang sangrai dan sambal tomat pedas.

2. Warung Tepi Pantai di Senggigi dan Kuta Mandalika

Warung-warung di sepanjang Pantai Senggigi dan Pantai Kuta Mandalika menawarkan ikan bakar dengan harga bersahabat. Pilih warung yang ramai dikunjungi nelayan setempat—itu tanda ikan yang dijual masih segar.

Harga bervariasi, tergantung jenis ikan dan ukuran. Biasanya satu porsi nasi dengan lauk ikan bakar dan lalapan bisa didapatkan dengan harga yang masih masuk akal. Jangan lupa minta sambal beberuk khas Lombok, sambal mentah dari terong dan cabai yang segar.

3. Sate Bulayak di Pinggir Jalan Cakranegara

Sate bulayak adalah sate daging sapi atau ayam yang dibungkus dengan lontong dibungkus daun aren. Rasanya gurih, sedikit manis dari kecap, dan pedas dari sambal kacang. Di Cakranegara, ada beberapa pedagang kaki lima yang sudah berjualan sejak tahun 1990-an.

Porsi sate bulayak biasanya sepuluh tusuk dengan lontong. Cukup mengenyangkan untuk makan siang. Kalau Anda ingin variasi, minta sate dengan tambahan irisan cabai rawit hijau—rasanya makin nendang.

4. Plecing Kangkung Khas Lombok yang Wajib Dicoba

Plecing kangkung adalah sayuran rebus yang disiram sambal tomat pedas dan ditaburi kacang tanah goreng. Di Lombok, plecing biasa disajikan dengan ayam taliwang atau ikan bakar. Tapi banyak juga warung yang menjual plecing saja sebagai menu utama.

Saya sarankan mencari plecing di daerah Dasan Agung atau Pagesangan. Warung-warung di sana masih mempertahankan resep turun-temurun. Sambalnya dibuat manual dengan cobek, bukan blender, jadi teksturnya kasar dan aromanya lebih kuat.

5. Ares dan Jajan Pasar di Sumbawa

Kalau Anda sampai di Sumbawa, coba cari ares—sup dari batang pisang muda yang dimasak dengan santan dan bumbu kuning. Rasanya unik, sedikit manis dan gurih. Biasanya dijual di warung makan sekitar Kota Bima atau Dompu.

Selain ares, jajan pasar seperti jaje kue cucur dan wajik juga banyak ditemukan di pasar tradisional. Harganya murah, cocok untuk oleh-oleh atau teman minum kopi.

6. Tips Memilih Warung Makan yang Tepat

Pengalaman saya, warung yang ramai dikunjungi warga lokal adalah jaminan rasa dan kebersihan. Jangan ragu bertanya pada penduduk setempat—mereka biasanya tahu mana warung yang enak dan murah.

Perhatikan juga kebersihan tempat dan cara penyajian. Kalau melihat banyak pembeli pulang dengan bungkusan, itu pertanda baik. Warung seperti ini biasanya cepat habis stoknya, jadi datanglah lebih awal.

7. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Makan di Warung Lokal

Jam operasional warung di NTB bervariasi. Ada yang buka dari pagi hingga sore, ada juga yang hanya buka malam hari. Sebaiknya cek jam operasional terbaru sebelum berkunjung, terutama untuk warung di daerah terpencil.

Bawa uang tunai karena banyak warung belum menerima pembayaran digital. Dan jangan lupa bawa tisu basah sendiri—beberapa warung tradisional tidak menyediakannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Berapa rata-rata biaya makan di warung lokal NTB?
Kisaran harga umumnya Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi untuk menu seperti sate bulayak, plecing kangkung, atau nasi campur. Harga bisa berbeda tergantung lokasi dan jenis menu. Cek langsung ke tempatnya untuk informasi terkini.

2. Di mana tempat makan murah enak di Lombok selain di pusat kota?
Coba cari di sekitar Pasar Mandalika, Pasar Ampenan, atau daerah Dasan Agung. Warung-warung di sana banyak yang sudah berjualan puluhan tahun dan harganya bersahabat.

3. Apakah ada makanan khas Sumbawa yang murah dan enak?
Ares (sup batang pisang muda) dan jajan pasar seperti kue cucur bisa ditemukan di pasar tradisional Kota Bima dan Dompu. Harganya murah dan rasanya autentik.

4. Bagaimana cara menemukan warung makan yang terpercaya di NTB?
Tanya penduduk setempat, cari warung yang ramai dikunjungi warga lokal, dan perhatikan kebersihan tempat. Warung dengan banyak pembeli pulang bawa bungkusan biasanya punya rasa yang enak.

5. Apakah warung di NTB menerima pembayaran non-tunai?
Sebagian besar warung tradisional masih menerima uang tunai. Sebaiknya siapkan uang tunai sebelum berangkat. Beberapa warung di pusat kota mungkin sudah menerima QRIS, tapi tidak semua.

Kuliner NTB tidak pernah mengecewakan. Dari sate bulayak yang gurih, plecing yang pedas, hingga ares yang unik—semua bisa dinikmati dengan harga yang ramah di kantong. Kuncinya cuma satu: jangan takut bertanya pada warga lokal. Mereka tahu betul mana tempat yang layak disinggahi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks