MATARAM — Langkah ini menjadi strategi konkret memperpendek rantai perdagangan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag NTB, Lalu Afghan, menegaskan bahwa model promosi melalui pameran saja dinilai belum cukup.
"Intinya adalah bagaimana memperpendek mata rantai perdagangan. Penjual dan pembeli kami pertemukan langsung," kata Afghan kepada Suara NTB di sela acara.
Lima UMKM yang dihadirkan dalam forum ini tidak sembarangan. Mereka dipilih karena produknya sudah masuk kategori hasil hilirisasi—dari bahan mentah menjadi barang jadi bernilai tambah. Afghan menjelaskan, target jangka panjangnya adalah membangun jejaring perdagangan antarpulau dan antarprovinsi.
"Bisa saja kita memiliki komoditas rumput laut, pengolahannya ada di Jawa Timur, kemudian pembelinya ada di Jawa Barat. Ini bisa menjadi bentuk kerja sama antardaerah dan kolaborasi untuk membangun ekosistem industri hingga perdagangan," ujarnya.
Menurutnya, penguatan kerja sama ini penting untuk meningkatkan perdagangan antarwilayah sekaligus menggerakkan sektor perekonomian daerah. "Perdagangan antarpulau dan antarprovinsi harus ditingkatkan karena itu akan memperkuat neraca perdagangan NTB," tegasnya.
Kepala Cabang BSI Mataram, Anang Muzaqi, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam business matching ini bukan sekadar seremonial. BSI berkomitmen mengawal UMKM dari sisi transaksi hingga pembiayaan.
"Potensi-potensi yang ada di NTB bisa menjadi barang istimewa. Tidak hanya untuk skala nasional, tetapi juga internasional. Bahan-bahan yang dihilirisasi dapat menjadi produk yang diekspor," ujar Anang.
Untuk pembiayaan, BSI menyediakan berbagai skema yang dapat disesuaikan dengan skala usaha. Mulai dari pembiayaan untuk pelaku usaha mikro melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan untuk segmen usaha menengah, hingga pembiayaan bagi pelaku usaha besar dan eksportir. "Mulai dari yang kecil, menengah sampai skala besar, BSI siap," katanya.
Acara yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta sejumlah gubernur dan wakil gubernur dari berbagai provinsi ini menjadi panggung promosi yang efektif. Para istri pejabat pun turut hadir dan berkesempatan melihat langsung produk-produk UMKM NTB.
Wamendagri Bima Arya menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB yang menjadi tuan rumah pertemuan APPSI. Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik kehadiran para kepala daerah dan jajaran pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia di NTB.
Afghan menilai kolaborasi dengan BSI memiliki kesamaan visi dengan program Pemprov NTB, terutama dalam mendorong UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Menurutnya, BSI memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan sektor usaha kecil dan menengah di daerah.