MATARAM — Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya menjadikan Porprov sebagai ajang kompetisi antar-daerah. Gubernur Lalu Iqbal menegaskan ada dua misi besar yang dibawa: mencetak atlet berprestasi untuk PON 2028 dan menguji kemampuan daerah sebagai tuan rumah berstandar nasional.
“Porprov ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah. Ini adalah embrio pembinaan atlet masa depan NTB,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrabnya, dalam sambutan pembukaan.
Simulasi Digital dan Standar Nasional
Ketua KONI Provinsi NTB, H. Mori Hanafi, menyebut seluruh penyelenggaraan Porprov XII dirancang sebagai latihan bersama menuju PON. Sistem pendaftaran atlet sudah menggunakan platform digital, mengadopsi standar nasional yang akan dipakai di PON 2028.
“Kami mulai menerapkan sistem yang lebih profesional, efisien, dan transparan agar seluruh perangkat penyelenggara terbiasa,” kata Mori.
Perputaran Uang Rp 100 Miliar dan 4.200 Kamar Terserap
Dari sisi ekonomi, Porprov XII diproyeksikan menggerakkan perputaran uang lebih dari Rp 100 miliar. Lebih dari 4.200 kamar hotel diperkirakan terisi, sementara jumlah penonton ditaksir mencapai 150 ribu orang selama 11 hari pertandingan.
Mori menjelaskan, sektor transportasi, kuliner, dan UMKM ikut menikmati dampak ekonomi dari ajang ini. “Keberhasilan penyelenggaraan adalah hasil kolaborasi Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, sponsor, dan masyarakat,” tambahnya.
Enam Daerah Jadi Arena Pertandingan
Pertandingan Porprov XII tersebar di enam daerah penyelenggara: Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Sumbawa Barat. Total 1.088 ofisial serta 519 wasit, hakim, dan juri dikerahkan untuk mengawal jalannya kompetisi.
Pembukaan ditandai dengan penyalaan api Porprov oleh Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua KONI NTB, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, serta atlet kebanggaan daerah. Parade kontingen, tari kolosal Raga Budaya, dan pertunjukan seni mewarnai acara.
Pesan Gubernur: Sportivitas di Atas Segalanya
Di hadapan ribuan atlet dan ofisial, Lalu Iqbal berpesan agar persaingan di lapangan tidak meninggalkan semangat persaudaraan. “Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, kejarlah prestasi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mengorbankan sportivitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, target NTB menjadi tuan rumah PON 2028 bukan sekadar sukses acara, tetapi juga bersih, transparan, akuntabel, dan tidak menyisakan persoalan hukum maupun administrasi. “Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik,” ucap Miq Iqbal.