Dua Siswa SD dari Pelosok Sumbawa Tembus OSN Provinsi, Perjalanan 8 Jam di Jalan Berlumpur Demi Ujian

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 20 Juli 2026 | 15:40:31 WIB
Dua siswa SD dari pelosok Sumbawa berhasil lolos ke OSN tingkat provinsi setelah menempuh perjalanan delapan jam di jalan berlumpur menuju Kota Sumbawa.

SUMBAMAWA BESAR — Prestasi dua siswa SD dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Kabupaten Sumbawa ini menjadi bukti bahwa keterbatasan infrastruktur bukan penghalang untuk bersaing di tingkat provinsi. Ravi Wardani maju di bidang Matematika, sementara Nagita Purnamasari, siswi kelas IV, juga lolos di bidang yang sama. Nagita sebelumnya juga meraih Juara I Pildacil Putri pada Olimpiade Pendidikan Agama Islam (OPAI) tingkat kabupaten tahun ini.

Perjuangan 8 Jam di Jalan Berlumpur Demi Sampai ke Kota

Kepala SDN Kopo, Raudatul Jannah, memilih membawa Ravi berangkat dari Dusun Kopo pada Minggu (19/7/2026) siang. Perjalanan menggunakan sepeda motor dimulai pukul 12.00 Wita dan baru tiba di Kota Sumbawa delapan jam kemudian, sekitar pukul 20.00 Wita.

Di tengah jalan, rombongan terpaksa berhenti di tiga rumah kebun jagung milik warga karena hujan deras. Jalan tanah yang berubah licin dan berbatu membuat perjalanan tidak mungkin dilanjutkan sebelum cuaca membaik.

“Kami berangkat sekitar pukul 12 siang dan sampai di Kota Sumbawa sekitar pukul delapan malam. Kami sempat berhenti di tiga rumah kebun jagung karena hujan. Kalau dipaksakan jalan, kami akan kesulitan melewati jalan yang becek dan berbatu,” kata Raudatul kepada NTBSatu.

Siswi SD Tangkampulit Turun dan Jalan Kaki di Tanjakan Curam

Berbeda dengan SDN Kopo, SDN Tangkampulit memilih membawa Nagita ke Kota Sumbawa sejak Jumat (17/7/2026) agar siswi tersebut punya waktu istirahat cukup sebelum ujian. Perjalanan dari Tangkampulit menuju kota memakan waktu empat hingga enam jam dengan sepeda motor.

Guru pembina sekaligus Pembina Kegiatan Akademik SDN Tangkampulit, Yan Ariyani, menceritakan bahwa di beberapa tanjakan curam, Nagita harus turun dan berjalan kaki. “Di beberapa tanjakan, anak harus turun dan berjalan kaki karena sepeda motor tidak kuat menanjak jika membawa penumpang,” ujarnya.

SDN Kopo berada di Dusun Kopo yang hingga kini belum menikmati layanan listrik dan jaringan telekomunikasi secara memadai. Sekolah memanfaatkan panel surya bantuan PLN sebagai sumber listrik dan layanan internet Starlink dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menunjang pembelajaran digital.

Raudatul menjelaskan, saat cuaca mendung atau hujan, pasokan listrik dari panel surya ikut terganggu karena minimnya cahaya matahari. Kondisi tersebut kerap memengaruhi aktivitas belajar maupun pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan perangkat elektronik dan jaringan internet.

Gangguan Jaringan Bikin Jawaban Tak Terkirim, Siswa Menangis

Persoalan jaringan internet menjadi kendala serius bagi SDN Tangkampulit. Yan Ariyani mengungkapkan, sekolah sebenarnya mengirim peserta pada tiga bidang OSN — Matematika, IPA, dan IPS. Namun, hanya peserta Matematika yang bisa mengikuti ujian dengan lancar.

“Untuk IPA dan IPS, siswa kami tidak bisa melaksanakan tes karena terkendala jaringan internet. Saat token dirilis, sistem mengalami gangguan sehingga peserta tidak dapat masuk kembali ke aplikasi,” katanya.

Ia menambahkan, kejadian serupa pernah terjadi pada OSN tahun sebelumnya. Peserta bidang IPA dan Matematika hampir menyelesaikan seluruh soal, namun gangguan jaringan membuat jawaban tidak dapat terkirim sehingga hasil ujian tidak bisa diproses. “Anak-anak sampai menangis karena merasa usahanya gagal akibat kendala teknis,” tutur Yan.

Harapan untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa

Raudatul berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberi perhatian lebih terhadap pembangunan akses jalan menuju wilayah terpencil. Menurutnya, meskipun semangat siswa dan guru sangat tinggi, infrastruktur yang memadai tetap menjadi faktor kunci agar prestasi serupa bisa diraih lebih banyak anak di pelosok Sumbawa.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top