IHSG Ditutup Melemah 0,17% ke 6.185, Saham Infrastruktur dan Properti Paling Tertekan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:26 WIB
IHSG ditutup melemah 0,17 persen ke posisi 6.185, dengan saham infrastruktur dan properti menjadi sektor yang paling tertekan.

NUSA TENGGARA BARAT — Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.219 pada pagi hingga siang hari, sebelum akhirnya tertekan ke posisi terendah di 6.144 menjelang penutupan. Tekanan jual mendominasi transaksi dengan total volume perdagangan mencapai 27,77 miliar saham, setara dengan nilai transaksi Rp12,17 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,81 juta kali.

Mayoritas Saham Melemah, Aksi Jual Mendominasi

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 341 saham ditutup di zona merah, sementara 307 saham berhasil menguat. Sisanya, 147 saham, tidak bergerak alias stagnan. Data ini mengindikasikan tekanan jual yang cukup merata di seluruh lini, bukan hanya di sektor-sektor tertentu.

Volume transaksi yang tinggi dengan nilai yang relatif besar juga menandakan partisipasi aktif investor, baik ritel maupun institusi, dalam aksi jual hari itu. Kondisi ini kerap menjadi sinyal kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek.

Tiga Sektor Jadi Pemberat Utama IHSG

Saham-saham infrastruktur menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 1,25%. Disusul oleh sektor properti yang terkoreksi 0,81%, dan sektor kesehatan yang melemah 0,61%. Ketiga sektor ini secara kolektif menekan laju indeks sejak sesi kedua perdagangan.

Pelemahan di sektor infrastruktur dan properti kerap dikaitkan dengan sensitivitas terhadap suku bunga dan prospek likuiditas. Sementara itu, sektor kesehatan yang sebelumnya menjadi favorit saat ketidakpastian, mulai mengalami tekanan ambil untung.

Peluang Rebound pada Sesi Berikutnya?

Dengan posisi IHSG yang ditutup mendekati level terendah harian, peluang technical rebound kerap muncul pada sesi berikutnya. Namun, investor tetap mencermati sentimen global dan arah kebijakan suku bunga domestik yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan sektor-sektor yang menjadi motor penggerak awal sesi, seperti perbankan dan barang konsumsi, untuk mengukur arah indeks ke depan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top