5 Temuan Mahasiswa KKN UGM di Lombok Tengah: Bahasa Inggris Pariwisata Lemah, Digitalisasi UMKM Minim

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 14:25:02 WIB
Mahasiswa KKN-PPM UGM memaparkan hasil observasi lapangan di hadapan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Masjid Raudhatul Maujud, Desa Sengkol, Lombok Tengah.

LOMBOK TENGAH — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi hasil observasi lapangan mahasiswa KKN-PPM UGM Mahitala Mandalika yang memetakan persoalan lintas sektor di Lombok Tengah. Dialog yang berlangsung di Masjid Raudhatul Maujud, Desa Sengkol, itu menjadi forum bagi mahasiswa untuk memaparkan temuan mereka setelah lima pekan menjalani pengabdian.

Bahasa Inggris Jadi Kendala Sektor Pariwisata

Pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Lombok Tengah, tim KKN menyoroti rendahnya kemampuan bahasa Inggris pekerja lokal. Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Dr. Ahmad Agus Setiawan, menyebut persoalan kualitas sumber daya manusia ini menjadi fokus riset mahasiswa untuk merumuskan strategi peningkatan kapasitas yang tepat sasaran.

UMKM Gagap Teknologi Digital

Adaptasi digital pelaku UMKM di Desa Sengkol masih sangat terbatas. Mahasiswa menemukan penggunaan sistem pembayaran QRIS dan pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran belum optimal. Kondisi ini menghambat perluasan pasar produk lokal yang seharusnya bisa menjangkau wisatawan yang datang ke kawasan Mandalika.

Paradoks Kesehatan: Fasilitas Lengkap, Kesadaran Rendah

Temuan menarik muncul di sektor kesehatan. Desa Sengkol sebenarnya telah didukung fasilitas memadai seperti RS Mandalika, puskesmas, dan posyandu. Namun, tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan secara proaktif masih rendah. “Terdapat indikasi tingginya potensi kasus penyakit yang underdiagnosed atau belum terdeteksi,” jelas Agus.

Pertanian Monokultur dan Pendidikan yang Tertinggal

Di Desa Sukadana, praktik budidaya monokultur jagung yang dominan dikhawatirkan memicu degradasi kualitas tanah jangka panjang. Sementara di sektor pendidikan, mahasiswa menemukan motivasi belajar dan minat baca siswa masih rendah, diperparah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur penunjang. Sejumlah sekolah bahkan belum memberikan pendampingan memadai bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit Tim KKN-PPM UGM, Dzaki Sentanu Nuragusta, menegaskan program kerja yang dijalankan tidak sekadar mengejar produk fisik. “Kami berfokus pada pembangunan kapasitas masyarakat agar program berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menekankan bahwa keberhasilan KKN diukur dari dampak yang ditinggalkan, bukan jumlah program. Ia memastikan Pemerintah Provinsi NTB terbuka terhadap temuan dan rekomendasi mahasiswa sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan ke depan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: ugm.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top