MATARAM — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto angkat bicara soal polemik yang beredar di dunia maya mengenai Koperasi Desa (Kopdes) Marah Putih. Ia secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi yang belum tentu kebenarannya dan justru bisa memicu kegaduhan.
Imbauan ini disampaikan menyusul ramainya pemberitaan dan perbincangan di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Yandri menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut lembaga keuangan milik warga.
Yandri menilai, narasi palsu yang beredar bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa. Padahal, koperasi seperti Kopdes Marah Putih merupakan salah satu instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi warga di tingkat akar rumput.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak. Jika menemukan informasi mencurigakan, warga diminta untuk melakukan konfirmasi langsung kepada perangkat desa atau dinas terkait.
Keberadaan koperasi desa selama ini menjadi tulang punggung perekonomian di banyak daerah. Dengan adanya isu yang tidak bertanggung jawab, dikhawatirkan program pemberdayaan ekonomi yang sedang berjalan menjadi terganggu.
Oleh karena itu, langkah preventif dengan meluruskan informasi sejak dini dinilai penting. Hal ini dilakukan agar roda perekonomian desa tetap berjalan dan masyarakat tidak dirugikan oleh berita bohong atau hoaks.
Mendes PDT menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal pengelolaan badan usaha milik desa agar sesuai dengan aturan yang berlaku. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja disebar untuk memecah belah.