LOMBOK TENGAH — Insiden nahas menimpa sekelompok wisatawan saat berwisata di Pantai Semeti, Praya Barat, Lombok Tengah, pada Minggu (12/5) sekitar pukul 12.00 Wita. Empat orang terjatuh dari tebing setelah salah satu dari mereka terpeleset saat berswafoto, dan satu di antaranya tewas.
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban meninggal atas nama Sabila, warga Desa Sekotong. Tiga korban lainnya—Anisa dari Desa Karang Bakan Kuripan, serta Dimas dan Fedi dari Pancor Tempos—selamat namun mengalami luka-luka.
Kronologi kejadian bermula ketika rombongan tersebut tengah menikmati pemandangan dari atas tebing. Saat Sabila berpose untuk berfoto, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut, lalu langsung terseret ombak.
Melihat rekannya tenggelam, ketiga korban lain bergegas mencoba meraih dan menolong Sabila. Upaya pertolongan pertama dilakukan di lokasi sebelum akhirnya mereka meminta bantuan warga sekitar dan nelayan setempat.
Informasi mengenai kecelakaan tersebut kemudian diteruskan ke Tim SAR Mandalika. Namun sebelum tim tiba, korban Sabila lebih dulu berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat dari laut.
Seluruh korban langsung dilarikan ke Klinik Selong Medical Service untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas medis yang menangani menyatakan Sabila telah meninggal dunia, sementara ketiga rekannya mendapat perawatan atas luka yang diderita.
Menyikapi kejadian ini, Gde Eka Suarjana mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata pantai. Menurutnya, banyak lokasi wisata di NTB memiliki medan ekstrem seperti tebing curam yang berbahaya jika tidak diwaspadai.
"Tetap hati-hati saat pergi ke tempat wisata, jangan pergi ke tempat yang dapat membahayakan keselamatan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa berfoto di lokasi wisata alam berisiko tinggi, terutama di area tebing tanpa pengaman. Pengelola wisata dan pemerintah desa setempat diharapkan memasang rambu peringatan serta pembatas di titik-titik rawan untuk mencegah korban jiwa berikutnya.