SELONG — Kabar baik datang bagi nelayan di Lombok Timur. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan lampu hijau atas usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik baru di wilayah pesisir kabupaten ini.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa pemkab sebelumnya telah mengajukan lima lokasi tambahan untuk program KNMP. Titik-titik yang diusulkan meliputi Tanjung Luar, Labuan Haji, dan Labuhan Lombok. Dari jumlah tersebut, KKP akhirnya menyetujui empat lokasi.
Ekas Buana Jadi Proyek KNMP Terbesar di NTB
Di antara lokasi yang disetujui, Bupati Haerul Warisin menyoroti pembangunan KNMP di Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Ia menegaskan bahwa proyek di kawasan tersebut memiliki skala paling besar dibandingkan lokasi lain di Nusa Tenggara Barat.
"Ini yang terbesar (Ekas Buana, red), berarti ini yang terbesar memang untuk NTB ya," ujar Bupati Haerul Warisin.
Pemkab Tunggu Kepastian Anggaran dari Pusat
Meski empat lokasi telah disetujui, realisasi pembangunan masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat. Pemkab Lombok Timur menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan proyek kepada KKP.
"Sisa yang empat ini, ya, kita tunggu ya, kita tunggu anggaran dari situ, karena mereka (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang langsung melaksanakan, kita hanya memberikan titiknya saja di sini," jelasnya.
Lokasi Strategis yang Diusulkan Dinas Perikanan
Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Lombok Timur Tasywiruddin menyebutkan bahwa pihaknya mengusulkan empat lokasi strategis. Titik-titik tersebut adalah Desa Tanjung Luar, Labuan Haji, Seruni Mumbul, dan Sugian.
Selain itu, dua desa juga diajukan sebagai penyangga KNMP Ekas Buana, yaitu Desa Batu Nampar Selatan dan Desa Pemongkong. Keberadaan desa penyangga ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi di sekitar kampung nelayan utama.
Target: Dorong Ekonomi Pesisir dan Tekan Kemiskinan
Program KNMP diharapkan membawa dampak signifikan bagi masyarakat pesisir Lombok Timur. Keberadaan kampung nelayan ini dinilai mampu mendorong peningkatan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan yang masih tercatat sekitar 13 persen di kabupaten ini.
Dengan adanya fasilitas dan pengelolaan yang lebih baik, aktivitas perikanan di lokasi-lokasi tersebut diharapkan semakin produktif. Pemkab Lombok Timur berharap percepatan realisasi anggaran dari pusat dapat segera dilakukan agar manfaat program bisa dirasakan warga lebih cepat.