NUSA TENGGARA BARAT — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan proses pengalihan saham mayoritas KCIC akan segera dieksekusi. Kepemilikan yang sebelumnya berada di bawah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini akan dipindahkan ke bawah kendali Kemenkeu. Langkah ini menjadi titik balik dalam pengelolaan proyek strategis nasional yang menghubungkan Jakarta dan Bandung tersebut.
Alih kepemilikan ini tidak serta-merta membebani keuangan negara. Purbaya menjelaskan, saham tersebut akan dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. SMV adalah instrumen yang selama ini digunakan pemerintah untuk mengelola aset dan pembiayaan strategis.
"Dialihkan Kemenkeu, dikelola oleh saya semuanya KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan BUMN, SMV Fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMV, ada ini, ada lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN," jelas Purbaya, Kamis (6/8/2026).
Dengan skema ini, biaya operasional dan kewajiban KCIC ke depan tidak akan bersumber dari APBN. Sebagai gantinya, dana akan ditopang oleh dividen dan keuntungan yang dihasilkan SMV itu sendiri.
Meski mayoritas saham berpindah ke Kemenkeu, komposisi kemitraan internasional tetap dipertahankan. Konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. masih memegang 40% saham KCIC, memastikan kelanjutan kerja sama bilateral dalam pengoperasian Whoosh.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah China terhadap proyek ini tidak surut. Bahkan, ia menyebut ada peluang untuk memperluas jaringan kereta cepat hingga ke Jawa Timur. "Kan punya dia dikasih semuanya, 60 persen kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen ada yang lain, masih ada Tiongkok di situ kan," ujarnya.
Proses restrukturisasi ini ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Purbaya optimistis seluruh administrasi dan legalitas pengalihan saham dapat diselesaikan pada pertengahan September 2026. "Pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Ini akan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kita percepat, mungkin pertengahan bulan September sudah akan clear ya," tambahnya.
Soal entitas SMV mana yang akan ditunjuk sebagai pengelola, Purbaya mengaku masih dalam tahap diskusi. Ia membuka kemungkinan melibatkan lebih dari satu entitas untuk mengelola aset senilai triliunan rupiah tersebut. "Itu masih didiskusikan, harusnya lebih dari satu," kata Purbaya.
Restrukturisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi tata kelola KCIC. Dengan pemisahan dari struktur BUMN murni, pemerintah ingin pengelolaan Whoosh lebih terintegrasi dan adaptif terhadap tantangan bisnis ke depan, tanpa kehilangan arah strategis nasional.