NUSA TENGGARA BARAT — Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang berpusat di darat wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, terasa hingga ke Kota Makassar. Warga di sejumlah kecamatan seperti Rappocini, Panakkukang, dan Tamalate melaporkan merasakan getaran selama beberapa detik, cukup kuat untuk membuat mereka berlarian keluar rumah.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa siang, saat sebagian warga tengah beraktivitas di dalam rumah. Kepanikan langsung melanda, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan bertingkat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat dengan kedalaman dangkal. Meski pusat gempa berada di NTT, energi yang dilepaskan cukup besar sehingga dirasakan dalam skala intensitas III hingga IV MMI di Makassar.
Pada skala tersebut, guncangan dirasakan nyata di dalam rumah seolah-olah ada truk besar yang melintas. Warga yang berada di lantai dua dan tiga gedung merasakan getaran lebih kuat dan memilih segera turun ke halaman.
Salah seorang warga Kecamatan Rappocini menggambarkan suasana saat kejadian. "Semua pada teriak, langsung keluar. Tetangga saya sampai ada yang membawa anak kecil tanpa alas kaki," ujarnya saat dihubungi.
Kepanikan warga berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Jalan Boulevard dan Jalan Urip Sumoharjo sempat mengalami kepadatan karena banyak kendaraan berhenti mendadak di tengah jalan.
Penghuni gedung perkantoran dan mal di pusat kota juga melakukan evakuasi mandiri. Petugas keamanan gedung meminta seluruh karyawan dan pengunjung berkumpul di titik aman sambil menunggu kepastian kondisi bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan di Kota Makassar akibat gempa tersebut. Namun, pihak BPBD Kota Makassar telah melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan tidak ada korban jiwa maupun dampak struktural.
BMKG memastikan gempa berkekuatan M 7,0 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Peringatan ini penting mengingat riwayat gempa besar di Indonesia timur yang kerap memicu gelombang tinggi.
Meski demikian, BMKG mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memantau kanal resmi BMKG.
Untuk warga yang rumahnya mengalami retak atau kerusakan struktural, BMKG menyarankan agar memeriksakan bangunan ke instansi terkait sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.