NUSA TENGGARA BARAT — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan penanganan bencana gempa NTT berjalan bertahap, dari evakuasi korban hingga pemulihan jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8), seusai menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI.
"Korban yang wafat tentu akan mendapatkan tali asih. Setelah itu nanti akan ada program-program pemberdayaan pascabencana," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, kepada wartawan.
Ia belum merinci besaran santunan maupun bentuk konkret program pemberdayaan yang disiapkan. Namun, pria yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan bahwa seluruh proses berjalan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri.
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah saat ini memfokuskan diri pada penyelamatan korban yang masih tertimbun atau terluka. Setelah itu, langkah darurat berikutnya adalah mendirikan dapur umum serta memastikan pasokan makanan siap saji sampai ke pengungsian.
"Pertama adalah evakuasi, kemudian mendirikan dapur umum atau dukungan logistik yang dibutuhkan seperti makanan siap saji dan lain-lain," ujarnya.
Kementerian Sosial telah menerjunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi terdampak. Mereka bergabung dengan personel BNPB, TNI, dan Polri dalam operasi kemanusiaan yang berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Pulau Flores dan sekitarnya.
Menurut Gus Ipul, distribusi bantuan berjalan bertahap karena kondisi geografis dan infrastruktur di NTT yang menantang. Sebagian logistik telah tiba di titik-titik pengungsian, sementara gelombang berikutnya masih menempuh perjalanan darat dan laut.
"Semua bergerak bersama," katanya menegaskan.
Pemerintah pusat, lanjut dia, tidak hanya berhenti pada bantuan darurat. Setelah status tanggap darurat dicabut, skema pemberdayaan akan dirancang agar warga yang kehilangan mata pencaharian bisa segera bangkit. Hal ini mencakup pemulihan ekonomi lokal yang sempat lumpuh akibat gempa.
Belum ada kepastian jadwal pencairan tali asih maupun mekanisme pendataan penerima. Namun, Kemensos memastikan data korban akan diverifikasi bersama pemerintah daerah setempat sebelum santunan disalurkan.
Gempa berkekuatan signifikan yang mengguncang NTT pekan lalu merusak ratusan rumah, fasilitas publik, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Tim gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah titik yang sulit dijangkau alat berat.