Mobil Subaru Tabrak Truk di Tol Serpong-Cinere, Terpental Hantam Beton hingga Terbakar

Penulis: Wendra Kusuma  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:02:31 WIB
Mobil Subaru terbakar setelah menghantam pembatas jalan beton di Tol Serpong-Cinere.

NUSA TENGGARA BARAT — Peristiwa ini mengakibatkan arus lalu lintas di ruas tol tersebut sempat terganggu. Kasatlantas Polres Tangerang Selatan, AKP Dany, membenarkan kejadian nahas tersebut dan memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kecelakaan kepada awak media.

Kronologi Tabrakan di Lajur Kedua

Berdasarkan keterangan AKP Dany, kecelakaan bermula saat truk melaju dengan kecepatan stabil di lajur kedua dari sisi kiri jalan. Pada saat bersamaan, sebuah mobil Subaru melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi dan gagal menjaga jarak aman.

"Jadi ada truk berjalan di lajur kedua paling kiri, kemudian dari belakang ditabrak sama mobil Subaru. Perkenaannya itu di belakang kanannya truk, jadi depan kirinya si Subaru yang nabrak," jelas Dany kepada wartawan.

Benturan keras dari belakang membuat truk kehilangan kendali dan terpental ke sisi kiri jalan. Sementara itu, momentum tabrakan justru mengarahkan mobil Subaru ke sisi kanan, di mana kendaraan tersebut akhirnya menghantam pembatas jalan beton dengan keras.

Mobil Langsung Terbakar Setelah Hantam Beton

Dampak benturan dengan beton pembatas jalan tersebut sangat fatal. AKP Dany menjelaskan bahwa mobil Subaru langsung mengalami kebakaran sesaat setelah menghantam pembatas tersebut.

"Truknya kemudian terpental ke kiri, Subarunya terpental ke kanan menabrak pembatas jalan beton kemudian terbakar," lanjut dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kecepatan dan jarak aman berkendara di jalan tol, terutama di pagi hari saat kondisi lalu lintas cenderung lengang yang kerap memicu pengemudi memacu kendaraan melebihi batas kecepatan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top