NUSA TENGGARA BARAT — Kabar membanggakan datang dari Kota Bukittinggi. Tapian Tabiang Barasok, kampung wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, berhasil menyisihkan ratusan nominator tingkat nasional dan menembus jajaran 30 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026. Pengumuman resmi disampaikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Pesona Desa Wisata Indonesia, menjadikannya satu-satunya wakil Bukittinggi bersama Desa Simarasok dari Agam dalam ajang prestisius tersebut.
Nama Tabiang Barasok berasal dari bahasa Minang yang berarti "Tebing Berasap". Julukan itu bukan tanpa alasan. Setiap harinya, kabut tipis turun menyelimuti lembah dan dinding tebing Ngarai Sianok, menciptakan ilusi tebing yang mengeluarkan asap. Pemandangan ini menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari destinasi lain di Sumatera Barat.
Praktisi Pariwisata Sumatera Barat, Mochammad Abdi, menegaskan potensi besar lokasi ini untuk terus dikembangkan. Ia menyebut keistimewaan Tabiang Barasok terletak pada penerapan Community Based Tourism (CBT) yang kuat. "Partisipasi nyata dari masyarakat setempat, mereka bertahun-tahun gotong royong bersama membangun dan merawat. Lahan disediakan tokoh adat setempat dipercayakan ke kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," jelasnya di Bukittinggi, Sabtu (05/09).
Bagi traveler yang mencari pengalaman liburan berbeda, Tabiang Barasok menyediakan beragam aktivitas di alam terbuka. Kawasan ini umum digunakan untuk:
Di sekitar kawasan, pengunjung juga bisa menjumpai pelaku UMKM binaan, mulai dari pengrajin sulaman, pembuat peci nasional, hingga produsen kopi lokal khas Bukittinggi.
Ketua Pokdarwis Tabiang Barasok, Anton Sutan Rumah Panjang, mengaku prestasi ini di luar target dan perkiraan. "Jujur saja kami masih merasa tidak percaya WIA dapat diraih, banyak perjuangan yang dilakukan warga Lapau Batu sejak 2024 dimulai," ungkapnya didampingi tokoh masyarakat Andrizon Datuak Sampono Batuah. Anton menambahkan, semangat warga sempat teruji saat objek wisata ini nyaris tutup total pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, namun antusiasme pengunjung membuat mereka bertahan.
Pemerintah Kota Bukittinggi disebut telah menjanjikan bantuan hingga Rp1 miliar untuk pengembangan tahun depan. "Tabiang Barasok sudah sepantasnya diperhatikan karena bagaimanapun prestasinya menjadi prestasi Bukittinggi secara umum," pungkas Anton.
Tabiang Barasok berlokasi di Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kota Bukittinggi, tepat di bibir Ngarai Sianok. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat fenomena kabut "tebing berasap" masih terlihat jelas. Untuk informasi terkini mengenai tarif masuk, jam operasional, dan paket wisata, wisatawan dapat mengonfirmasi langsung melalui akun media sosial resmi Pokdarwis Tabiang Barasok atau Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi.
Dengan masuknya Tabiang Barasok ke 30 besar WIA 2026, destinasi ini layak masuk daftar kunjungan wajib saat berlibur ke Sumatera Barat. Kombinasi keindahan alam Ngarai Sianok dan keramahan masyarakat lokalnya memberikan pengalaman wisata yang otentik dan sulit dilupakan.