NUSA TENGGARA BARAT — Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Senin (8/9), menanggapi hasil kunjungan negosiator Washington Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan lalu. Rusia dan Ukraina terakhir kali duduk satu meja dalam perundingan yang dimediasi AS pada Februari lalu di Jenewa, namun gagal mencapai titik temu soal sengketa wilayah.
Witkoff dan Kushner bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam upaya terbaru memecah kebuntuan diplomatik. Sumber senior di Kepresidenan Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa kedua utusan AS itu membawa usulan yang "lebih efektif" untuk mengakhiri pertempuran, kendati tidak ada terobosan yang diumumkan baik oleh Moskow maupun Kyiv.
Rusia "tidak menutup kemungkinan dilanjutkannya kembali format trilateral, namun masih terlalu dini untuk membicarakan lokasi atau tanggal pastinya pada tahap ini," ujar Peskov.
Pokok persoalan yang membuat negosiasi macet adalah status wilayah Donbas di Ukraina timur. Rusia menuntut area tersebut menjadi bagian dari penyelesaian damai apa pun, sementara Kyiv menolak melepas kedaulatan atas teritorinya yang tidak sepenuhnya dikuasai pasukan Moskow.
Kebuntuan ini terjadi di tengah pergeseran fokus Washington yang mulai tersedot pada konfrontasi dengan Iran. Padahal, perang di Ukraina telah menewaskan puluhan ribu tentara dan warga sipil sejak pecah pada 2022—menjadikannya konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Pertemuan di Jenewa pada Februari lalu menjadi babak terakhir negosiasi langsung antara perwakilan Rusia dan Ukraina. Sejak saat itu, saluran komunikasi trilateral praktis membeku, dan upaya mediasi yang dipimpin AS berjalan di tempat selama berbulan-bulan.
Kunjungan Witkoff dan Kushner pekan lalu dianggap sebagai sinyal bahwa Gedung Putih masih berupaya menghidupkan kembali proses perdamaian, meski tekanan domestik dan dinamika geopolitik kian kompleks. Kremlin sendiri belum memberikan indikasi apakah Putin bersedia kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.