DLH Sumbawa Barat Targetkan 30 Persen Sampah Desa Terkelola Lewat Bank Sampah dan TPST

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:31:01 WIB
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah membuka Expo Karya DLH KSB di Taliwang, Jumat, 11 September 2026.

TALIWANG — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran Rp150 juta per desa melalui APBDes Perubahan 2026 untuk operasional bank sampah. Dana itu menjadi tulang punggung program pengelolaan sampah yang menyasar seluruh desa di KSB, dengan kepala desa sebagai pelaksana di wilayah masing-masing.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah membuka langsung Expo Karya yang digelar DLH KSB di Taliwang. Sebanyak 14 kelompok ikut memamerkan karya, mulai dari sekolah Adiwiyata hingga komunitas bank sampah.

Edukasi Pemilahan Sampah Masuk Muatan Lokal Sekolah

Amar menekankan pentingnya mengenalkan pengelolaan sampah kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah harus tumbuh sejak usia sekolah dan bisa masuk melalui materi muatan lokal di kelas.

"Kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan harus tumbuh sejak usia sekolah. Pembelajaran ini dapat masuk melalui materi muatan lokal di kelas," ujar Bupati Amar, Jumat, 11 September 2026.

Expo Karya bertema "Mengubah Sampah Jadi Berkah" dimanfaatkan pemda sebagai sarana sosialisasi pengelolaan sampah secara nyata kepada camat dan kepala desa.

Anggaran Rp150 Juta per Desa untuk Operasional Bank Sampah

Penguatan sistem diawali dengan penyiapan bank sampah serta revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di seluruh desa. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah menciptakan tata kelola lingkungan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penyaringan sedikitnya 30 persen timbulan sampah sebelum masuk ke TPA. Sampah yang terkelola diharapkan memberi nilai ekonomi langsung bagi warga.

"Harapannya bank sampah ini nanti menjadi pola tabungan warga. Tabungan dalam bentuk sampah memiliki potensi ekonomi yang nyata," jelas Bupati Amar.

TPST Dibangun di Batu Putih, Benete, dan Senayan

Pemkab Sumbawa Barat merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiga wilayah strategis pada tahun ini. Fasilitas itu bakal beroperasi di Batu Putih, Benete, serta Senayan untuk melayani seluruh kecamatan.

Pemerintah berharap rangkaian program penanganan sampah ini berlanjut menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Warga tidak lagi sekadar membuang sampah, melainkan mengolahnya menjadi produk berdaya guna.

Keberadaan bank sampah desa dinilai mampu menekan volume buangan sampah secara signifikan. Sinergi seluruh elemen masyarakat disebut menjadi kunci keberlanjutan program lingkungan di KSB.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top