NUSA TENGGARA BARAT — Aktris Hayden Panettiere meninggal dunia di sebuah apartemen di Greenville, South Carolina, pada 16 Agustus 2026 akibat efek toksik fentanyl dan zat lainnya. Kantor Koroner Greenville County menyatakan kematian bintang serial Heroes itu sebagai kecelakaan dalam laporan yang dirilis Selasa (22/9). Panettiere mengembuskan napas terakhir di usia 36 tahun setelah petugas medis menemukannya dalam kondisi henti jantung.
Kantor Koroner Greenville County mengungkap hasil pemeriksaan toksikologi yang menempatkan kombinasi fentanyl dan sejumlah zat lain sebagai penyebab kematian. Klasifikasi kecelakaan diberikan karena tidak ada indikasi kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Petugas medis yang merespons panggilan darurat 911 menemukan Panettiere sudah tidak responsif. Upaya resusitasi yang dilakukan di tempat kejadian tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Panettiere bukan nama yang muncul tiba-tiba di industri hiburan Amerika. Ia mulai berakting pada usia lima tahun lewat sinetron One Life to Live pada 1994, tampil dalam 27 episode.
Kariernya berlanjut ke Guiding Light dengan 45 episode, sebelum namanya meluas lewat film Remember the Titans pada 2000. Titik yang benar-benar mengubah posisinya di Hollywood datang pada 2006.
Saat itu ia bergabung dengan serial Heroes dan memerankan Claire Bennet, pemandu sorak dengan kemampuan regenerasi. Panettiere tampil dalam 73 episode drama NBC tersebut, dan karakter itu menjadi salah satu yang paling dikenang dari perjalanan kariernya.
Di balik karier panjangnya, Panettiere berkali-kali terbuka soal masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan zat. Depresi pascamelahirkan dan kecanduan sempat menghentikan sementara karier yang sudah ia bangun sejak kecil.
Pada tahun ini, ia membahas pergulatan hidupnya dalam sebuah memoar dan berbicara terbuka tentang kehilangan saudara laki-lakinya. Kariernya pun mulai bangkit kembali, dengan film terbarunya dirilis pada bulan Januari.
Sebuah wawancara dengan People pada 2024 sempat memicu kekhawatiran penggemar soal kondisinya. Banyak yang menyoroti cara bicaranya yang terdengar kurang jelas dalam wawancara tersebut.
Panettiere lalu memberi penjelasan melalui Instagram. Ia mengatakan dirinya sangat kelelahan karena tidak tidur selama dua hari sebelum wawancara akibat salah satu anjing peliharaannya menjalani operasi darurat.
Perwakilannya bahkan menghentikan wawancara lebih awal karena melihat dirinya mulai kelelahan, terutama ketika pembahasan beralih ke topik yang lebih berat. Panettiere menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dan meminta publik lebih berhati-hati dalam berkomentar.
"Kesehatan mental sangat penting," tulisnya saat itu. Ia juga mengingatkan bahwa komentar yang disampaikan orang di balik layar komputer dapat berdampak besar terhadap kehidupan orang lain.
Kabar kematian Panettiere memicu gelombang duka yang menyebar dari Hollywood hingga Ukraina. Mantan pasangannya, juara tinju dunia dan Olimpiade Wladimir Klitschko, memberikan penghormatan terakhir.
Klitschko berjanji akan memastikan putri mereka, Kaya, selalu mengenang sosok ibunya. Pernyataan itu menjadi salah satu respons paling personal yang muncul setelah laporan koroner dipublikasikan.
Bagi industri hiburan Amerika, kepergian Panettiere menutup babak panjang seorang aktris yang tumbuh di depan kamera sejak balita. Ia meninggalkan warisan peran yang melekat di ingatan generasi penonton awal 2000-an.