Mantri BRI Angga Sumitra Tembus Pegunungan Garut Selatan, Dampingi Ratusan Debitur di 4 Desa Sejak 2020

Penulis: Wendra Kusuma  •  Jumat, 25 September 2026 | 07:01:32 WIB
Mantri BRI Angga Sumitra melintasi jalur pegunungan Banjarwangi, Garut Selatan, untuk melayani nasabah.

GARUT — Sebagian warga Banjarwangi menggantungkan hidup dari budi daya sayuran, padi, palawija, peternakan rakyat, hingga produksi olahan industri rumahan. Aktivitas ekonomi itu berjalan di tengah keterbatasan akses geografis, sehingga kehadiran layanan perbankan formal menjadi penopang yang tidak selalu mudah dijangkau.

Angga Sumitra menjalankan peran itu sebagai Mantri BRI Unit Banjarwangi, Branch Office Garut. Sejak 2020, ia rutin blusukan ke pelosok untuk melayani ratusan debitur di empat desa. Perjalanan menembus medan terjal menjadi bagian dari rutinitas hariannya.

Medan Terjal dan Sepatu Bot yang Jadi Andalan

Kondisi jalur pegunungan memaksa Angga menyiapkan perlengkapan khusus. Ia menggunakan sepatu bot dan berhati-hati saat mengendarai sepeda motor agar tetap aman sampai ke rumah nasabah.

"Menjadi Mantri BRI di wilayah pegunungan merupakan tantangan tersendiri. Kondisi perjalanan yang terjal membuat saya harus lebih siap, termasuk menggunakan sepatu bot dan berhati-hati saat mengendarai sepeda motor," ujar Angga.

Meski demikian, ia menyebut sambutan warga menjadi alasan utama yang membuat pekerjaan itu terasa berbeda. Keramahan masyarakat di rumah nasabah disebutnya sebagai bukti kehadiran BRI sampai ke pelosok.

Petani yang Berhenti Menggadaikan Sawah

Salah satu kisah yang paling membekas datang dari seorang petani di sebuah warung desa. Petani itu awalnya ragu berurusan dengan bank dan kerap menggadaikan sawahnya untuk modal usaha, yang justru menekan pendapatannya.

Setelah mendapat edukasi dan difasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), lahan garapan petani tersebut bertambah luas. Ia pun tidak lagi perlu menggadaikan sawahnya untuk menutup kebutuhan modal.

"Di sini saya sangat dihargai, di jalan saat saya naik motor banyak yang menyapa dan terkenal seperti artis kecamatan, selalu disambut seperti keluarga," cerita Angga.

Selain menyalurkan pembiayaan, Angga merangkul nasabah potensial menjadi agen BRILink. Langkah itu membuat warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju unit kerja BRI terdekat untuk bertransaksi.

Edukasi transaksi digital melalui aplikasi BRImo juga terus digencarkan. Tantangan di lapangan tidak ringan karena sebagian wilayah tidak memiliki sinyal seluler.

Untuk mengatasinya, Angga mengandalkan motor trail, memilih rute yang lebih aman, dan berangkat lebih awal. Cara itu dipakai guna mengantisipasi jalur terjal yang licin saat musim hujan.

Dari Bakso Dipikul ke Motor hingga Rumah Panggung Jadi Permanen

Perubahan usaha nasabah menjadi ukuran keberhasilan bagi Angga. Ia menyebut ada nasabah yang tadinya berjualan bakso dengan dipikul, kemudian bisa menggunakan motor agar lebih mudah berdagang.

"Ada juga yang lahannya bertambah atau rumahnya yang dulu masih panggung kemudian menjadi permanen karena usahanya terus berkembang," pungkas Angga.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan dedikasi mantri di pelosok merupakan wujud komitmen perseroan memperluas jangkauan inklusi keuangan. Menurutnya, kehangatan warga dalam menyambut mantri menjadi penyemangat untuk terus hadir melayani.

"Kepercayaan ini membuktikan bahwa peran Mantri BRI bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, melainkan mendampingi dan menggerakkan roda perekonomian warga desa secara berkelanjutan," tutup Dhanny.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top