Karhutla Gunung Rinjani Meluas ke 977,74 Hektare, Jalur Pendakian Senaru dan Torean Ditutup

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 27 September 2026 | 12:02:01 WIB
Petugas memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

LOMBOK UTARA — Luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masih bisa bertambah. Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan angka 977,74 hektare itu baru estimasi sementara yang akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi udara dengan drone, serta verifikasi batas areal setelah kondisi memungkinkan.

Kebakaran pertama terdeteksi di Bukit Setampol pada Selasa, 22 September 2026. Dalam beberapa hari, api menjalar ke kawasan TNGR Resort Torean dan Senaru, lalu mengarah ke Puncak Sangkareang.

80 Personel Dikerahkan di Lima Sektor

Penanganan karhutla melibatkan 80 personel dan tenaga pendukung yang tersebar di Bukit Setampol, jalur pendakian Torean, kawasan Senaru, Pos 3 Senaru, Pelawangan Senaru, hingga wilayah menuju Puncak Sangkareang.

Petugas menjalankan pemadaman langsung, patroli, dan pemantauan. Drone dipakai memetakan perkembangan api. Personel juga membersihkan bahan bakar permukaan dan membuat sekat untuk menahan penjalaran api ke area lain.

"Penanganan dilakukan mulai dari pemadaman langsung, patroli dan pemantauan, hingga penggunaan drone untuk memetakan perkembangan api. Petugas juga melakukan pembersihan bahan bakar permukaan dan pembuatan sekat untuk mengurangi risiko penjalaran api ke area lain," ujar Astekita.

Angin Kencang dan Medan Terjal Hambat Pemadaman

Angin kencang membuat kobaran api bergerak dan meluas dengan cepat. Vegetasi berupa savana pegunungan, semak, rumput, serta material organik lain dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar.

Medan pegunungan yang jauh dan terjal menambah beban petugas. Mobilisasi personel, peralatan, dan logistik ke titik api berjalan lambat.

"Sementara kondisi vegetasi berupa savana pegunungan, semak, rumput, serta material organik lainnya sangat kering dan mudah terbakar. Selain itu, lokasi kebakaran berada pada medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau, sehingga mobilisasi personel, peralatan, dan logistik," kata Astekita.

Api di Beberapa Sektor Dikendalikan, Mop-up Tetap Dijalankan

Di sejumlah sektor, petugas sudah berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Meski begitu, pemeriksaan dan pendinginan atau mop-up terus dilakukan.

Langkah itu untuk memastikan tidak ada bara, asap, maupun sisa titik api yang bisa memicu kebakaran kembali. Perhatian petugas kini tertuju pada jalur pendakian Senaru karena perkembangan api terpantau mengarah ke Pelawangan Senaru.

Jalur Senaru dan Torean Ditutup, e-Ticket Bisa Dijadwalkan Ulang

Jalur pendakian Senaru dan Torean ditutup sementara sampai ada evaluasi lebih lanjut soal kondisi kawasan. Penutupan ini demi keselamatan pengunjung.

Calon pendaki yang sudah punya e-ticket lewat jalur Senaru mulai 26 September 2026 bisa menjadwalkan ulang. Alternatif lain, mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian Sembalun.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top