MATARAM — Kepala Departemen Funding and Transaction Bank NTB Syariah, David Rosedi, menyebut lonjakan itu terjadi seiring meningkatnya minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pembayaran non-tunai.
Kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan menjadi sejumlah faktor yang membuat QRIS semakin diterima masyarakat. David menilai kebiasaan transaksi digital mulai mengakar, terutama di kalangan pedagang kecil.
"QRIS memberikan kemudahan bagi merchant dalam menerima pembayaran. Masyarakat juga semakin terbiasa melakukan transaksi secara non-tunai," kata David.
Perluasan QRIS Bank NTB Syariah menyasar pasar tradisional. Pasar Dasan Agung Mataram dikembangkan sebagai pilot project digitalisasi transaksi.
Digitalisasi pasar itu diharapkan membiasakan pedagang dan pembeli menggunakan transaksi non-tunai dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Menurut David, pasar tradisional punya potensi besar karena aktivitas transaksinya berlangsung setiap hari dengan jumlah pengguna yang cukup besar.
Bank NTB Syariah juga memperluas penggunaan QRIS ke sektor pariwisata. Pada Mei 2026, sebanyak 34 pelaku jasa ojek wisata di kawasan Gunung Rinjani telah mendapatkan merchant QRIS.
Pengembangan transaksi digital Bank NTB Syariah diperkuat melalui implementasi QRIS Cross Border. Layanan itu memungkinkan merchant menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara yang menggunakan aplikasi pembayaran dari negara yang telah bekerja sama dengan Indonesia.
Negara yang dimaksud antara lain Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan China. Bagi NTB sebagai destinasi pariwisata internasional, keberadaan QRIS Cross Border dinilai memudahkan wisatawan bertransaksi di berbagai merchant.
Hotel, restoran, pusat oleh-oleh, pasar, destinasi wisata hingga usaha mikro dapat menjadi bagian dari ekosistem transaksi digital tersebut.
"NTB memiliki sektor pariwisata yang sangat potensial. Karena itu, kemudahan transaksi bagi wisatawan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital," ujar David.
Pertumbuhan QRIS dinilai memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku UMKM. Transaksi yang tercatat secara digital membantu pelaku usaha memiliki pencatatan arus transaksi yang lebih tertib.
Data transaksi itu pada akhirnya dapat menjadi salah satu informasi pendukung dalam melihat aktivitas usaha dan kebutuhan layanan keuangan pelaku UMKM.
David menegaskan perluasan merchant QRIS bukan semata-mata mengejar pertumbuhan transaksi. Digitalisasi pembayaran menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan membangun ekosistem ekonomi digital di NTB.
"Tidak hanya mengejar jumlah merchant, tetapi bagaimana QRIS benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat," katanya.
Bank NTB Syariah terus mendorong agar penggunaan QRIS tidak hanya terkonsentrasi di pusat perkotaan. Sasaran berikutnya adalah UMKM, pasar tradisional, dan pelaku usaha di berbagai wilayah NTB.