Mitsubishi XFORCE Non-Hybrid Dites Jakarta-Bandung PP, Hasilnya 16,51 km/liter

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:32:01 WIB
Mitsubishi XFORCE Ultimate non-hybrid menempuh rute Jakarta–Bandung pergi-pulang sejauh 314,3 kilometer dalam pengujian konsumsi bahan bakar.

NUSA TENGGARA BARAT — Mitsubishi XFORCE Ultimate non-hybrid mencatat konsumsi bahan bakar 16,51 km/liter dalam pengujian Jakarta-Bandung pergi-pulang sejauh 314,3 kilometer. Angka itu diraih dengan empat penumpang dan barang bawaan, melewati tol, tanjakan Cipularang, jalan kota Bandung, hingga kemacetan Jakarta. Hasil ini dihitung dengan metode full-to-full, bukan sekadar bacaan MID.

Pengujian efisiensi Mitsubishi XFORCE Ultimate non-hybrid berlangsung dari salah satu SPBU di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Tangki diisi penuh dengan patokan klik pertama nozzle, lalu mobil dibawa masuk ke Tol JORR, Tol MBZ, dan berlanjut ke Tol Cipularang. Rute pergi-pulang ini dipilih untuk menggambarkan pemakaian harian sekaligus perjalanan jauh dengan beban nyata.

Empat Penumpang dan Barang Bawaan Sepanjang Rute

XFORCE membawa empat orang plus sejumlah barang bawaan selama pengujian. Di Tol MBZ, sistem Adaptive Cruise Control yang masuk paket Mitsubishi Diamond Sense sempat diaktifkan untuk menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Fitur ini bekerja membantu ketika laju di tol relatif konstan.

Tantangan berubah saat memasuki Cipularang. Jalur menuju Bandung punya sejumlah tanjakan panjang yang menguji kerja mesin. Sesaat sebelum Gerbang Tol Kalihurip Utama, indikator bensin masih menunjukkan kondisi penuh. Setelah melewati naik-turun Cipularang, mobil keluar di Gerbang Tol Padalarang untuk sarapan, lalu melanjutkan perjalanan via Tol Purbaleunyi dan keluar di Tol Pasteur.

Di Bandung, XFORCE dipakai untuk aktivitas singkat dan berhenti sejenak menikmati kopi. Artinya, pengujian tidak hanya berlangsung di jalan tol, tetapi juga melibatkan penggunaan di area perkotaan. Perjalanan pulang kembali melewati Cipularang, Tol Japek, dan MBZ hingga keluar di Gerbang Tol Halim.

Macet Jakarta Jadi Bagian Pengujian

Dari Halim, XFORCE menghadapi lalu lintas Jakarta yang lebih padat. Rute pulang melewati Cawang, Pancoran, Kalibata, Pasar Minggu, hingga Jalan Samali sebelum tiba di SPBU kawasan Warung Buncit. Total jarak yang ditempuh mencapai 314,3 km.

Sepanjang pengujian, mode berkendara yang digunakan adalah Normal. XFORCE sebenarnya punya empat pilihan mode: Normal, Wet, Gravel, dan Mud. Mode Normal dipilih agar hasil konsumsi menggambarkan penggunaan yang lebih umum di jalan raya.

Mesin 4A91 1.5 Liter MIVEC dan Transmisi CVT

XFORCE yang diuji merupakan tipe Ultimate, varian tertinggi dari XFORCE non-hybrid. Mobil ini mengandalkan mesin 4A91 1.5 liter MIVEC dengan tenaga 105 PS pada 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi CVT.

Setelah menempuh ratusan kilometer, MID XFORCE menunjukkan konsumsi rata-rata 18,4 km/liter dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Angka itu belum menjadi hasil akhir karena perhitungan MID bisa berbeda dengan jumlah bahan bakar yang benar-benar terpakai.

Metode Full-to-Full: 19,04 Liter untuk 314,3 Km

Setibanya di Jakarta, tangki XFORCE kembali diisi penuh dengan metode yang sama, yakni patokan klik pertama nozzle SPBU. Dari perjalanan sejauh 314,3 km, XFORCE membutuhkan 19,04 liter bensin untuk kembali penuh.

Dihitung dari jarak tempuh dibagi jumlah bahan bakar yang masuk, konsumsi aktualnya mencapai 16,51 km/liter. Angka ini lebih rendah dibanding catatan MID sebesar 18,4 km/liter. Hasil full-to-full dipakai sebagai acuan karena perhitungannya berdasarkan jumlah bahan bakar yang benar-benar masuk kembali ke tangki.

Yang perlu digarisbawahi, angka 16,51 km/liter dicapai dalam kondisi mobil membawa empat orang dan barang bawaan. Rute yang dilalui juga beragam, mulai dari tol berkecepatan relatif konstan, tanjakan dan turunan Cipularang, penggunaan di Kota Bandung, hingga kemacetan Jakarta.

Gambaran Efisiensi XFORCE Non-Hybrid Saat Dibebani Penuh

Dengan kondisi tersebut, konsumsi 16,51 km/liter menunjukkan XFORCE non-hybrid masih mampu menjaga efisiensi ketika diajak perjalanan jauh dengan beban penumpang dan kondisi jalan yang beragam. Pembanding langsungnya adalah XFORCE Hybrid yang sudah lebih dulu diuji. Bagi calon pembeli yang mempertimbangkan versi non-hybrid, angka ini bisa jadi patokan sebelum memutuskan varian mana yang sesuai kebutuhan harian.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top