5 Fakta KRAS 2026, 600 Perenang Berebut Waktu Terbaik

Penulis: Uki Damayanti  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 07:03:31 WIB
Perenang muda mengikuti KRAS 2026 di Kolam Renang Prestasi THR Kramat, Batang.

NUSA TENGGARA BARAT — Kejuaraan Renang Antar Sekolah (KRAS) 2026 di Batang mencatat lonjakan peserta dengan melibatkan sekitar 600 perenang muda dari empat daerah sekaligus. Perluasan cakupan ini menjadi pembeda dari edisi-edisi sebelumnya yang hanya diikuti sekolah-sekolah di Kabupaten Batang.

Gelaran KRAS 2026 di Kolam Renang Prestasi THR Kramat, Batang, berlangsung dengan format yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui soal kompetisi ini.

1. Diikuti 600 Perenang dari Empat Daerah

KRAS 2026 menggaet sekitar 600 peserta yang berasal dari sekolah di Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya diikuti pelajar dari Kabupaten Batang.

2. Perluasan Peserta Jadi Pembeda Utama

Cakupan peserta yang meluas menjadi pembeda KRAS tahun ini. Sebelumnya, agenda tahunan ini terbatas satu kabupaten saja. Kini, sekolah-sekolah dari wilayah sekitar ikut ambil bagian untuk mengukur kemampuan atletnya di level yang lebih kompetitif.

3. Alasan di Balik Persaingan Lintas Daerah

Ketua Akuatik Kabupaten Batang, Andang Tri Kusnaedy, mengatakan perluasan peserta diarahkan untuk meningkatkan kualitas persaingan antarpelajar. Menurutnya, persaingan lintas daerah juga menjadi cara memetakan potensi atlet renang yang dimiliki masing-masing sekolah.

"Biasanya agenda tahunan ini cuma satu Kabupaten Batang, tapi untuk meningkatkan persaingan dan mencari bibit-bibit atlet, terutama di sekolah," ujar Andang, Minggu petang 4 Oktober 2026.

4. Ajang Pemetaan Bakat di Tiap Sekolah

Andang berharap kompetisi ini membuat sekolah semakin mengetahui potensi atlet renang yang mereka miliki. Dengan begitu, pembinaan bisa dilakukan lebih dini dan terarah sesuai kemampuan masing-masing pelajar.

"Supaya sekolah itu bisa mengetahui bahwa di sekolahnya itu punya atlet-atlet potensi renang," katanya.

5. Ujian Mental bagi Perenang Usia Dini

Bagi atlet usia dini, pengalaman bertanding tidak hanya soal kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan mental. Andang menyebut kondisi pertandingan berbeda dengan suasana latihan yang cenderung lebih terkendali.

"Selama ini latihan kan enggak grogi, tapi kalau pas lomba biasanya dadi nervous," jelasnya. Karena itu, KRAS membuka ruang bagi peserta kelompok usia dini untuk mendapatkan pengalaman kompetisi sejak awal.

KRAS 2026 menunjukkan perluasan peserta bukan sekadar menambah jumlah, tetapi juga memperkuat fungsi kompetisi sebagai ajang pemetaan bakat dan uji mental perenang muda dari empat daerah.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top