NUSA TENGGARA BARAT — Museum Hyakudan Kaidan di Meguro, Tokyo, kembali menerima pengunjung mulai 1 Oktober 2026 setelah ditutup setahun. Bangunan bergaya awal era Showa yang selesai dibangun pada 1935 ini menampilkan tujuh ruangan tradisional Jepang dengan 99 anak tangga kayu. Kunjungan khusus berlangsung hingga 30 Maret 2027, dengan koleksi pameran yang dikurangi agar detail arsitektur lebih terlihat.
Hyakudan Kaidan menempati kompleks Meguro Gajoen, yang pada masa lampau dikenal sebagai tempat perjamuan mewah dan resepsi pernikahan. Sebagian besar bangunan dalam kompleks aslinya telah dibongkar pada 1988, sehingga museum ini menjadi salah satu dari sedikit peninggalan arsitektur awal era Showa yang masih berdiri di Tokyo. Kini museum tersebut berada di dalam kompleks Hotel Gajoen Tokyo.
Daya tarik paling khas museum ini adalah tujuh ruangan bergaya tradisional Jepang yang terhubung melalui tangga kayu dengan 99 anak tangga. Pengunjung bisa menyusuri ruangan demi ruangan sambil mengamati lukisan langit-langit, pilar, dan detail dekorasi interiornya.
Sekitar 100 motif berkaitan dengan keberuntungan tersebar pada lukisan dan elemen arsitektur, mulai dari langit-langit, dinding, hingga pilar. Salah satu motif yang paling banyak ditemukan adalah kipas lipat atau sensu. Bentuk kipas yang melebar saat dibuka melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kesuksesan di masa depan.
Di ruangan pertama, pengunjung dapat melihat meja putar yang dipugar dari benda peninggalan sebelum Perang Dunia II. Meja tersebut diyakini sebagai meja putar tertua yang masih ada di Jepang.
Permukaan meja dihiasi teknik dekorasi menggunakan potongan cangkang kerang berwarna putih keperakan. Potongan cangkang itu dipasang di permukaan benda untuk menghasilkan tampilan berkilau.
Museum Hyakudan Kaidan kembali dibuka untuk umum pada 1 Oktober 2026 dan menerima kunjungan khusus hingga 30 Maret 2027. Museum berlokasi di Meguro, Tokyo, dan bisa dicapai dari pusat kota Tokyo dengan kereta menuju kawasan Meguro.
Informasi terkini soal tarif masuk, jam operasional, dan cara reservasi kunjungan dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola Hotel Gajoen Tokyo atau dinas pariwisata setempat.
Kantor humas setempat menjelaskan tujuan acara tersebut untuk membuat pengunjung merasakan pesona arsitektur Jepang di masa 1930-an.
"Kami bertujuan supaya para pengunjung dapat merasakan arsitektur secara langsung dan merasakan pesonanya," katanya.
Bagi traveler yang ingin melihat bangunan era Showa di Jepang, durasi kunjungan ideal sekitar satu hingga dua jam. Setelahnya, kawasan Meguro bisa dilanjutkan dengan menjelajahi sudut kota Tokyo yang lain.