NUSA TENGGARA BARAT — Muhammad Fadli Imamuddin, mantan pebalap motor profesional Indonesia yang beralih ke para cycling setelah insiden 2015, menjadi satu-satunya atlet Indonesia di Global Team Toyota Athletes untuk Asian Para Games 2026. Dukungan Toyota-Astra Motor ini datang jelang ajang yang berlangsung 18-24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, tempat Fadli membawa modal medali emas ASEAN Para Games 2025.
Dukungan itu disampaikan lewat keterangan resmi PT Toyota-Astra Motor (TAM), dengan menyebut Fadli sebagai bagian dari tujuh atlet Asia yang tergabung dalam Global Team Toyota Athletes (GTTA). Ketujuh atlet tersebut akan tampil di sejumlah cabang olahraga pada Asian Games dan Asian Para Games 2026.
Sebelum menekuni para cycling, Fadli dikenal sebagai pebalap motor profesional. Insiden pada 2015 mengubah arah kariernya, dan ia kembali mengikuti kompetisi pada 2017 dengan sepeda.
Sejak itu, Fadli rutin membawa nama Indonesia di kompetisi internasional. Capaian terbarunya adalah medali emas pada ASEAN Para Games 2025.
Marketing Director TAM Bansar Maduma menegaskan dukungan perusahaan tidak berhenti pada momen pertandingan. Menurutnya, olahraga punya daya gerak yang lebih luas dari sekadar hasil akhir.
"Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk menggerakkan banyak orang. Melalui Global Team Toyota Athletes, Toyota terus mendukung para atlet dalam mengejar pencapaian terbaik sekaligus merayakan perjalanan, keberanian, dan tekad mereka yang dapat menginspirasi masyarakat," kata Bansar.
Senada dengan itu, Marketing Director TAM Hiroyuki Oide menyoroti sisi perjalanan atlet di luar kompetisi. Menurutnya, tekad untuk terus berkembang dan kontribusi kepada orang di sekitar atlet juga bagian dari yang didukung perusahaan.
"Perjalanan mereka, tekad untuk terus berkembang, dan kontribusi kepada orang-orang di sekitar mereka juga menjadi bagian penting dari apa yang kami dukung," ujar Hiroyuki.
Selain mendukung atlet, Toyota Group menyiapkan dukungan mobilitas selama penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2026. Jumlahnya lebih dari 1.900 kendaraan sewaan, 15 kendaraan ramah lingkungan, serta lebih dari 100 unit small mobility.
Armada itu akan melayani mobilitas atlet dan ofisial di berbagai venue pertandingan. Skala penyediaan kendaraan ini menunjukkan peran Toyota Group sebagai mitra mobilitas resmi ajang, bukan sekadar sponsor personal atlet.
Bagi penggemar otomotif, keterlibatan Toyota di jalur atlet disabilitas ini lebih menarik dilihat sebagai bagian dari strategi citra merek ketimbang cerita produk. Fadli sendiri punya rekam jejak yang jelas: dari pebalap motor, bangkit setelah insiden 2015, lalu meraih emas ASEAN Para Games 2025.
Pertanyaannya sederhana — apakah dukungan ini berlanjut setelah Aichi-Nagoya, atau berhenti bersama selesainya acara. Jawabannya baru terlihat setelah 24 Oktober 2026.