Pembangunan Tahap II Kantor Wali Kota Mataram Mulai Dikerjakan, Kontraktor Diminta Jaga Kualitas Usai Temuan Audit BPK

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:31:31 WIB
Pekerja meratakan tanah di lokasi pembangunan Kantor Wali Kota Mataram tahap II.

MATARAM — Pekerjaan tahap awal yang berjalan saat ini berupa perataan tanah di lokasi pembangunan kantor wali kota. Sejumlah material juga sudah didatangkan ke lokasi proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Wediahning, menyebut pengaturan logistik menjadi perhatian agar aktivitas proyek tidak mengganggu arus lalu lintas dan kegiatan perkantoran di sekitar lokasi.

"Logistik yang berat kita minta didatangkan tidak pada siang hari, supaya tidak mengganggu arus kendaraan," kata Lale.

Nilai Kontrak Rp170,6 Miliar Digarap Kontraktor yang Sama dengan Tahap I

Proyek strategis daerah ini memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) Rp180 miliar. Pekerjaan dikerjakan PT Damai Indah Utama dengan nilai kontrak Rp170,6 miliar lebih.

Menurut Lale, kontraktor tersebut telah berpengalaman mengerjakan Kantor Wali Kota tahap I. Pengalaman itu dinilai membuat mereka sudah memahami mekanisme dan prosedur pengerjaan proyek.

Meski begitu, Lale mengingatkan seluruh tahapan pengerjaan telah dituangkan dalam dokumen kontrak, termasuk syarat umum secara detail. Dokumen itu menjadi sarana pengendali bagi kontraktor dan manajemen konstruksi.

"Semua tahapan detail sudah kita masukan di kontrak," kata Lale.

Temuan Audit BPK Jadi Peringatan agar Kesalahan Tak Terulang

Lale meminta kontraktor memperhatikan kualitas pekerjaan. Permintaan itu merujuk pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan Provinsi NTB yang menemukan pekerjaan kurang volume dan kesalahan perhitungan.

Temuan tersebut tidak boleh terulang pada tahap II. Kontraktor diminta bekerja secara detail agar persoalan serupa tidak muncul di kemudian hari.

Pembangunan Kantor Wali Kota Mataram dikerjakan dengan skema tahun jamak. Pemerintah kota berupaya menganalisis fluktuasi harga material agar proyek terlindungi dari gejolak pasar.

Harga Semen Rp100 Ribu per Sak Dinilai Bersifat Sementara

Lale menyoroti kenaikan harga semen yang signifikan hingga Rp100 ribu per sak. Pihaknya telah berkonsultasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan gejolak harga semen bersifat sementara.

"Gejolak harga semen ini juga terjadi tahun sebelumnya, tetapi harganya kembali normal," kata Lale.

Perhitungan detail harga material berpengaruh terhadap keterlambatan proses tender. Ketelitian dan kehati-hatian dinilai penting agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Lale berharap proyek strategis daerah ini berjalan lancar dan tuntas sesuai target yang telah ditetapkan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top