MATARAM — Nilai ekspor NTB pada Agustus 2026 sendiri menyentuh US$ 172,92 juta, naik 68,41 persen secara year on year. Sementara nilai impor ditekan hingga turun 95,22 persen YoY menjadi US$ 0,81 juta. Kombinasi keduanya memperlebar surplus neraca perdagangan daerah.
Ekspor Agustus 2026 Naik 68,41 Persen, Impor Turun 95,22 Persen
Angka ekspor bulanan itu menjadi penopang utama kinerja kumulatif Januari–Agustus. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, ekspor NTB sudah menembus US$ 1,69 miliar.
Di sisi lain, penurunan impor yang drastis menunjukkan ketergantungan pasokan luar negeri berkurang. Neraca perdagangan luar negeri NTB bergerak ke posisi yang lebih sehat.
TPK Hotel Bintang Naik ke 51,79 Persen, Wisman via BIZAM Bertambah 4,40 Persen
Sektor pariwisata ikut menunjukkan geliat. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang pada Agustus 2026 naik menjadi 51,79 persen.
Kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Lombok (BIZAM) meningkat 4,40 persen secara bulanan, mencapai 9.437 orang. Kenaikan ini menandai pemulihan kunjungan wisatawan ke NTB.
Arus Penumpang Laut dan Bongkar Muat Logistik Kompak Tumbuh
Pada moda transportasi laut, arus kedatangan penumpang tumbuh 3,61 persen dan keberangkatan 7,68 persen. Pembongkaran logistik juga naik 20,08 persen.
Pertumbuhan di dua moda transportasi itu memperkuat indikasi mobilitas orang dan barang yang semakin ramai. Aktivitas pelabuhan menjadi cermin bergeraknya sektor riil.
NTP NTB di Level 128,63, Hortikultura Paling Tinggi
Nilai Tukar Petani NTB berada di angka 128,63, jauh di atas ambang batas 100. Posisi itu menandakan daya beli petani relatif kuat.
Subsektor hortikultura mencatat NTP tertinggi di 175,39, disusul tanaman pangan 126,59, peternakan 118,99, perikanan 112,80, dan perkebunan rakyat 112,33. Seluruh subsektor berada di zona aman.
Inflasi September 2026 Terkendali 0,36 Persen
Tekanan harga di NTB tetap terkendali. Inflasi September 2026 tercatat 0,36 persen secara month to month dan 2,72 persen secara year to date.
Angka itu berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Stabilitas harga memberi ruang bagi daya beli masyarakat untuk bertahan di tengah penguatan ekspor daerah.