PKK NTB Dampingi Desa Berdaya di Lombok, Lele Warga Sakra Kini Diolah Jadi Kerupuk

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:01:02 WIB
Ketua TP-PKK NTB Sinta M. Iqbal menyampaikan program Desa Berdaya dikawal melalui empat kelompok kerja yang memantau perkembangan sesuai bidangnya.

MATARAT — Ketua TP-PKK NTB Sinta M. Iqbal menyatakan pengawalan program Desa Berdaya dilakukan lewat empat kelompok kerja yang turun langsung memantau perkembangan sesuai bidang masing-masing. Sinergi dijalankan bersama PKK kabupaten dan desa, dengan pendampingan harian di tingkat bawah dan pemantauan berkala dari provinsi.

Pernyataan itu disampaikan Sinta usai mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah di Lombok Tengah, Rabu (21/10/2026).

Lele Warga Sakra Diolah Jadi Kerupuk

Perkembangan paling terlihat datang dari desa dampingan di Kecamatan Sakra. Bantuan ayam dan bibit lele yang diberikan mulai dikembangkan warga menjadi kegiatan produktif.

Hasil budidaya lele bahkan sudah diolah menjadi kerupuk dan mulai dipasarkan. Sinta menyebut ayam bantuan juga sudah mulai bertelur.

"Di Sakra, saya mendapat laporan ayamnya sudah mulai bertelur. Lele juga sudah ada, kemudian dibina hingga masyarakat mulai memproduksi kerupuk lele dan memasarkannya," ungkapnya.

Menurut Sinta, capaian itu bagian dari proses pemberdayaan agar masyarakat membangun kemandirian ekonomi secara bertahap. Pendampingan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan agar potensi desa dikelola menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.

Stunting dan Anak Putus Sekolah Ikut Diawasi

Selain penguatan ekonomi keluarga, PKK mengawal aspek sosial dalam program Desa Berdaya. Dua yang menjadi perhatian utama adalah upaya menurunkan angka stunting dan mendorong anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah agar kembali mengakses pendidikan.

Sinta menilai pergerakan program sudah mulai terlihat di lapangan. Ia berharap desa-desa dampingan semakin berkembang dan warganya punya kesadaran serta kemampuan keluar dari kondisi ketertinggalan.

"Pergerakannya (Desa Berdaya) sudah mulai terlihat. Kami berharap tahun-tahun ke depan desa-desa ini semakin berkembang dan masyarakatnya memiliki kesadaran serta kemampuan untuk keluar dari kondisi ketertinggalan," ujarnya.

Hasil Pendampingan Masih Menunggu Evaluasi

Meski sejumlah perkembangan mulai tampak, Sinta menegaskan hasil akhir pendampingan masih memerlukan waktu untuk dievaluasi. Kesinambungan pendampingan dan keterlibatan seluruh unsur PKK dinilai penting agar perubahan yang mulai tumbuh bisa terus berlanjut.

TP-PKK NTB juga mendorong setiap PKK kabupaten mengambil desa percontohan Desa Berdaya di wilayahnya masing-masing. Langkah itu untuk memperluas jangkauan dukungan PKK ke lebih banyak masyarakat.

"Seluruh PKK kabupaten juga kami arahkan untuk mengambil pilot project di desa-desa berdaya di kabupaten masing-masing. Jadi, semua bergerak bersama untuk mendukung program ini," tandasnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top