MATARAM — Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto, menyebut kawasan pesisir Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima masuk daftar wilayah yang perlu diwaspadai. Ketinggian pasang maksimum diperkirakan mencapai dua meter.
"Ketinggian pasang maksimum mencapai dua meter," ujar Tri di Mataram, seperti dilansir Antara.
Di Pulau Lombok, sejumlah titik yang berpotensi tergenang meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Warga di kawasan tersebut diminta bersiap menghadapi kemungkinan air laut masuk ke permukiman.
Sementara itu, di Pulau Sumbawa, wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Sumbawa, Rhee, dan Labuhan Badas. Potensi serupa juga terdapat di sejumlah daerah Kabupaten dan Kota Bima, yakni Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.
Tri menjelaskan waktu pasang air laut tidak seragam di setiap kawasan. Di Lembar, pasang diperkirakan berlangsung pukul 21.00-02.00 Wita, sedangkan di Sape terjadi sekitar pukul 22.00-05.00 Wita.
"Waktu pasang di Lembar berlangsung pukul 21.00-02.00 Wita, sedangkan di Sape pada pukul 22.00-05.00 Wita," kata Tri.
Selain pasang maksimum, kondisi perairan NTB juga perlu diperhatikan. BMKG mencatat ketinggian gelombang laut di wilayah tersebut berkisar 0,5 hingga empat meter, dengan cuaca mulai cerah berawan sampai hujan ringan.
Potensi banjir rob pada periode tersebut berkaitan dengan sejumlah fenomena astronomis di akhir Oktober 2026. Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan fenomena perigee pada 29 Oktober diperkirakan berkontribusi terhadap peningkatan tinggi pasang maksimum.
Fase purnama diperkirakan berlangsung sekitar pukul 17.53 WIB, dengan posisi tertinggi pada pukul 23.58 WIB. Pada fase ini, Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi hampir segaris sehingga rentang pasang surut air laut menjadi lebih besar.
Pada 29 Oktober 2026, Bulan diperkirakan berada pada jarak sekitar 364.407 kilometer dari Bumi. Fenomena perigee, yakni posisi Bulan ketika berada relatif paling dekat dengan Bumi, dapat memperkuat pengaruh gravitasi Bulan terhadap pasang surut air laut.
Tri mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, serta dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengantisipasi kemungkinan genangan akibat pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir rob.
"Warga harus selalu waspada terhadap pasang maksimum yang berpotensi menjadi banjir rob," katanya.
Peringatan berlaku hingga 2 November 2026. Warga di titik-titik rawan diminta memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.