Tembaga Kuasai 93,5 Persen Ekspor NTB, China Jadi Pasar Terbesar dengan US$101,56 Juta

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:32:31 WIB
Tembaga mendominasi 93,5 persen ekspor NTB dengan China sebagai pasar terbesar senilai US$101,56 juta.

MATARAM — Data realisasi ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB mencatat total volume ekspor sembilan bulan pertama 2026 mencapai 35.716,79 ton. Di luar tembaga, ekspor NTB ditopang hasil perikanan dan kelautan, produk industri, pertanian dan perkebunan, makanan olahan, hingga kerajinan.

Perikanan dan Kelautan Menyumbang US$10,47 Juta

Kelompok perikanan dan kelautan mencatat nilai ekspor US$10,47 juta atau 5,21 persen dari total. Komoditasnya meliputi mutiara, ikan segar, lobster, dan mop shell atau cangkang kerang tertentu.

Mutiara menjadi salah satu komoditas bernilai tinggi dengan total ekspor sekitar US$7,74 juta. Pengirimannya menjangkau China, Australia, Hong Kong, dan Jepang.

Anode hingga Stroopwafel, Kontribusinya Masih Kecil

Produk industri berupa anode mencatat nilai ekspor sekitar US$759.673. Kelompok pertanian dan perkebunan yang meliputi kapuk, kemiri, tembakau, dan biji kopi menghasilkan sekitar US$649.755.

Produk makanan berupa stroopwafel dan kerajinan berupa tas tenun juga tercatat dalam daftar ekspor NTB. Nilai kontribusinya masih relatif kecil dibanding komoditas utama.

China Serap Separuh Ekspor, Korea Selatan di Posisi Kedua

China menjadi pasar terbesar ekspor NTB dengan nilai sekitar US$101,56 juta atau 50,58 persen dari total. Tembaga menjadi komoditas utama yang dikirim ke negara tersebut, dengan nilai mencapai US$98,71 juta.

Korea Selatan menyusul sebagai pasar penting bagi tembaga NTB dengan nilai pengiriman sekitar US$73,18 juta. Malaysia juga menjadi tujuan ekspor tembaga dengan nilai sekitar US$10,43 juta.

Pasar non-tambang memiliki sebaran lebih beragam. Ikan segar dikirim ke Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$2,62 juta, sementara mutiara menjangkau Australia, China, Hong Kong, dan sejumlah negara lain.

Dua Sisi Perdagangan Luar Negeri NTB

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag NTB, Dr. Hj. Aryanti Dewiyani, disebut berperan dalam pengembangan perdagangan luar negeri daerah. Data ekspor memperlihatkan dua sisi: tembaga memberi kontribusi besar, tetapi konsentrasi pada satu komoditas membuat total ekspor rentan terhadap fluktuasi pengiriman.

Pengembangan ekspor non-tambang menjadi ruang yang dapat diperkuat, terutama untuk perikanan, hasil perkebunan, makanan olahan, dan kerajinan. NTB memiliki beragam produk berpotensi menembus pasar internasional.

Potensi itu perlu didukung peningkatan nilai tambah, pengolahan produk, standardisasi mutu, serta promosi perdagangan berkelanjutan. Keragaman pasar non-tambang disebut menjadi modal untuk memperluas perdagangan produk lokal.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ekbisntb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top