Pencarian

Akselerasi Swasembada Pangan: Mentan Amran Tetapkan NTB Sebagai Sentra Bawang Putih Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 • 12:38:03 WIB
Akselerasi Swasembada Pangan: Mentan Amran Tetapkan NTB Sebagai Sentra Bawang Putih Nasional
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menetapkan NTB sebagai sentra bawang putih nasional untuk akselerasi swasembada pangan.

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Pusat resmi menunjuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat produksi bawang putih nasional. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat kemandirian pangan Indonesia dan menekan ketergantungan pada impor.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Senin (9/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Mentan Amran menjelaskan bahwa penetapan NTB sebagai sentra nasional bukan tanpa alasan. Keunggulan geografis kawasan Sembalun dan tingkat produktivitas petaninya dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara signifikan.

Selain bawang putih, Mentan juga membidik NTB untuk menjadi pusat komoditas jagung nasional yang akan menyuplai kebutuhan pakan di Pulau Jawa hingga pasar ekspor.

"Potensi NTB sangat besar, orangnya baik dan ramah. Insya Allah, NTB akan menyuplai pakan ke Pulau Jawa, bahkan bila perlu ke negara lain," ujar Amran optimistis usai meninjau gudang benih UD Bayanaka dan melakukan penanaman bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta.

Guna menjaga kesejahteraan petani, pemerintah telah menyiapkan skema penyerapan hasil panen yang terintegrasi. Salah satu solusi strategis yang ditawarkan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini dirancang untuk menyerap produk pertanian langsung dari tangan petani. Dengan demikian, fluktuasi harga saat panen raya dapat ditekan, sehingga pendapatan petani tetap stabil dan terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Pemprov NTB bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan. Ia mengungkapkan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan memakan waktu empat tahun, secara mengejutkan berhasil direalisasikan hanya dalam waktu satu tahun.

"Ini capaian spektakuler. Janji empat tahun kepada rakyat Indonesia, Alhamdulillah tercapai dalam satu tahun. Stok pangan kita saat ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka," tegas Mentan Amran.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal—yang akrab disapa Miq Iqbal—menegaskan bahwa Pemprov NTB siap mengawal mandat ini dengan membangun ekosistem pangan yang komprehensif.

"Kami tidak ingin NTB hanya menjadi lokasi tanam. Kami ingin membangun ekosistem pangan mulai dari kualitas benih, proses produksi, pascapanen, hingga hilirisasi produk. Fokus kami jelas: petani harus sejahtera dan NTB menjadi pilar utama ketahanan pangan Indonesia," tegas Miq Iqbal.

Gubernur juga memastikan akan memberikan dukungan penuh melalui penguatan pembiayaan petani serta sinergi lintas sektor agar manfaat ekonomi dari penetapan sentra nasional ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.

Bagikan
Sumber: NTBProv

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks