MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyatakan penjualan tiket MotoGP 2026 yang dikelola pihak ketiga menjadi persoalan yang mesti dibenahi. Ia menegaskan langkah strategis akan mengedepankan kepentingan masyarakat tanpa merugikan pihak ketiga yang terlibat dalam penjualan tiket.
Penataan penjualan tiket, menurut Lalu Muhammad Iqbal, akan dilakukan pada gelaran selanjutnya di masa yang akan datang. Pemerintah provinsi tetap memberi peluang kepada pengusaha yang berkontribusi menyukseskan gelaran balap motor dunia itu.
Keluhan Driver Biro Perjalanan soal Harga Tiket
Keluhan datang dari driver biro perjalanan yang menemukan kenaikan harga tiket sangat signifikan. Tiket yang dijual pihak ketiga itu membuat mereka meminta pemerintah segera mengevaluasi lonjakan harga yang melambung tinggi.
Para pelaku biro perjalanan juga memprediksi harga tiket berfluktuatif seiring persaingan dengan pihak ketiga lainnya. Prediksi itu disampaikan dengan melihat kondisi perkembangan penonton MotoGP 2026.
Pergub Nomor 9 Tahun 2022 Dicabut, Ini Alasannya
Gubernur mencabut Pergub Nomor 9 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan tarif usaha jasa akomodasi. Menurut Gubernur NTB, peraturan tersebut sudah tidak relevan diterapkan menyusul aktivitas pariwisata di Kawasan Mandalika yang kini semakin padat.
Pencabutan dilakukan setelah Gubernur berdialog dengan pelaku pariwisata. Orientasi kenaikan tarif diminta tidak semata pada profit, tetapi lebih memperhatikan pelayanan dan keberlangsungan langganan pada event lain.
Hotel di Mandalika Penuh, Tarif Masih Dipelajari
Okupansi hotel di Mataram diperkirakan meningkat dan berdampak pada hunian serta harga kamar. Di kawasan Mandalika, seluruh kamar Pullman Hotel sudah dibooking penuh tamu yang akan menonton gelaran MotoGP 2026.
GM Hotel Aruna Senggigi Yeyen Heriyawan belum mengambil keputusan soal penerapan tarif. Ia masih melihat kondisi tamu, tetap menawarkan harga yang berlaku sekarang, sekaligus mempelajari dan menjadikannya bahan komparasi dengan hotel di Mataram.
Kompetisi tarif antar hotel, termasuk hotel melati, berlangsung sehat karena jaringan manajemen masing-masing hotel bekerja maksimal untuk mendapatkan tamu.
Kerja Sama Hotel dan Biro Travel Berjalan Sebulan Terakhir
Kerja sama dengan travel biro berjalan baik sejak satu bulan terakhir. Tujuannya agar pihak hotel mendapat gambaran potensi tamu yang menginap.
Tamu yang menonton gelaran MotoGP tahun sebelumnya dan ingin kembali menyaksikan aksi pebalap menghubungi pelaku pariwisata yang mengawal mereka, termasuk driver transportasi selama di Lombok. Komunikasi yang terjalin baik itu disebut menjadi salah satu kontribusi menyukseskan gelaran MotoGP 2026.
Gubernur berharap langkah pemerintah menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat di pinggiran yang merasakan manfaat gelaran Pertamina Internasional Grand Prix MotoGP 2026.