MATARAM — Bripda Sonya Aulia Ningrum turun memperkuat bendera Mabes Polri lewat Tim Karate Bhayangkara Presisi (KBP) setelah dipanggil bersama 32 karateka terbaik peraih juara Piala Kapolri 2026. Pemanggilan itu merupakan instruksi Ketua Tim KBP Mabes Polri, Prof. (Ris.) Hermawan Sulistyo, yang menyiapkan kontingen Polri untuk kejuaraan bertajuk Piala Panglima TNI.
Sebelum berlaga, Bripda Sonya menjalani pemusatan latihan intensif bersama atlet pilihan lainnya. Materi latihan mencakup pematangan teknik, kestabilan fisik, dan ketahanan mental.
Pada nomor KATA perorangan, penekanan latihan diarahkan pada keaslian gerakan, presisi, tenaga, dan ritme jurus. Standar penilaian mengacu pada juri berlisensi nasional.
Jalur Bripda Sonya Menuju Medali Perunggu
Persaingan kategori KATA Perorangan Putri TNI-Polri berlangsung ketat sejak babak awal. Bripda Sonya menghadapi Aura Adelia dari kontingen Kodam III/Siliwangi.
Peragaan KATA yang presisi dan tegas membawa Bripda Sonya menang mutlak dengan skor 5-0 dari keputusan para juri. Kemenangan itu mengantarkannya ke babak semifinal.
Di semifinal, ia bertemu rekan satu tim di KBP Mabes Polri, Emilia Sri Hanandyta, atlet asal Polda Metro Jaya yang juga anggota Pelatnas KATA beregu Indonesia. Duel antarsesama atlet Polri itu berjalan kompetitif dengan peragaan teknik tingkat tinggi.
Setelah melalui penilaian juri, Bripda Sonya harus mengakui keunggulan rekannya dengan skor 4-1. Hasil tersebut menempatkannya di peringkat ketiga dan berhak atas medali perunggu.
Respons Ketua Tim KBP Polda NTB
Ketua Tim KBP Polda NTB, AKP Arif Abdillah, menyebut raihan itu sebagai bukti efektivitas sistem pembinaan atlet berkelanjutan di lingkungan kepolisian. Menurut dia, kualitas personel Polda NTB mampu bersaing di level tertinggi saat memperkuat Mabes Polri.
"Kami sangat bangga atas raihan prestasi yang dicapai oleh Bripda Sonya Aulia Ningrum. Keberhasilannya membawa pulang medali perunggu di ajang berskala nasional seperti Piala Panglima TNI 2026 membuktikan bahwa kualitas personel Polda NTB mampu bersaing di level tertinggi, khususnya saat memperkuat bendera Mabes Polri," ujar AKP Arif Abdillah, Senin (28/9).
AKP Arif menegaskan kedisiplinan Bripda Sonya selama masa persiapan menjadi kunci utama kesuksesannya. Tanggung jawab kedinasan yang padat di Ditlantas Polda NTB tidak menghalanginya menjaga kondisi fisik secara konsisten.
"Latihan keras dan konsistensi Bripda Sonya selama ini terbayar lunas. Ini menunjukkan bahwa menjadi anggota Polri yang aktif mengabdi kepada masyarakat tidak menjadi penghalang untuk terus mengukir prestasi berkelas di bidang olahraga," kata AKP Arif.
Evaluasi untuk Target Medali Emas Berikutnya
Menurut AKP Arif, persaingan semifinal berlangsung kompetitif karena Bripda Sonya berhadapan langsung dengan atlet Pelatnas Indonesia. Meski belum menembus partai puncak, penampilannya dinilai luar biasa dan skor 4-1 menunjukkan ketatnya kualitas peragaan KATA di lapangan.
Ia berharap pencapaian tersebut memotivasi seluruh personel Polda NTB, khususnya anggota muda, untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga maupun profesional lainnya.
"Capaian medali perunggu ini tentu menjadi bahan evaluasi positif sekaligus motivasi bagi kami di KBP Polda NTB. Kami akan terus mendukung dan membina potensi-potensi atlet di lingkungan polda agar ke depan mampu menyumbangkan lebih banyak medali emas, baik untuk institusi Polri maupun untuk bangsa dan negara," pungkas AKP Arif.