LOMBOK TENGAH — Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Tri Widiarto, menyatakan curah hujan selama pelaksanaan balapan diprediksi nihil. Menurutnya, cuaca di sekitar sirkuit lebih banyak didominasi kondisi cerah berawan sepanjang tiga hari penyelenggaraan.
“Untuk kegiatan MotoGP diprediksi curah hujan tidak ada, namun lebih ke cuaca cerah berawan,” kata Tri dalam keterangannya.
Angka peluang hujan yang rendah itu berkaitan dengan posisi NTB yang masih berada dalam periode kemarau hingga Oktober 2026. Wilayah ini baru diproyeksikan memasuki fase peralihan menuju musim hujan setelah periode balapan berakhir.
Mengapa Penonton di Ruang Terbuka Perlu Waspada Panas
Tri menekankan bahwa cuaca cerah berawan tetap bisa menguras cairan tubuh, terutama bagi penonton yang berada di area terbuka dalam waktu lama. Kepadatan pengunjung mempercepat kondisi itu.
“Kepadatan pengunjung ditambah paparan sinar matahari dapat membuat kondisi tubuh lebih cepat kehilangan cairan,” ucapnya.
Penonton disarankan menjaga asupan air selama mengikuti rangkaian acara. Peringatan ini berlaku khususnya bagi mereka yang menempati tribun terbuka atau area menonton tanpa naungan di sekitar sirkuit.
Kesiapan Penyelenggaraan Sentuh 95 Persen
Di sisi lain, PT Indonesia Tourism Development Corporation menyatakan tingkat kesiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencapai 95 persen per 28 September 2026. Penyelenggara kini memasuki tahap pemeriksaan akhir menjelang race weekend.
“Kesiapan event sudah mencapai 95 persen dan sekarang kami memasuki fase final check,” ujar Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka.
Sebanyak 400 marshal telah disiapkan untuk mendukung jalannya balapan. Mereka dijadwalkan menjalani pelatihan pada 5-8 Oktober 2026, sebelum balapan digelar pada 9-11 Oktober 2026.
118 Shuttle Disiapkan, Pemprov NTB Tambah 35 Unit
Untuk menunjang mobilitas penonton, penyelenggara menyiapkan 118 unit shuttle di dalam kawasan Mandalika selama periode pelaksanaan. Pemerintah Provinsi NTB menambah 35 shuttle untuk mendukung transportasi di luar kawasan sirkuit.
Kombinasi prakiraan cuaca kering dan kepadatan pengunjung membuat kesiapan layanan air bersih serta pos kesehatan di area sirkuit menjadi krusial. Penonton yang datang lebih awal pada sesi latihan bebas berpotensi terpapar panas lebih lama dibanding hari balapan utama.