Pencarian

IHSG Tembus ke Bawah 6.000, Melemah 4,02% dalam Sepekan

Jumat, 02 Oktober 2026 • 09:34:31 WIB
IHSG Tembus ke Bawah 6.000, Melemah 4,02% dalam Sepekan
IHSG melemah ke level 5.991,53 pada pembukaan perdagangan Jumat (2/10/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot ke level 5.991,53 pada pembukaan perdagangan Jumat (2/10/2026), meninggalkan level 6.000 yang bertahan sejak awal sesi. Pelemahan 0,30% ini memperpanjang tren negatif sepanjang pekan, dengan indeks sudah turun 4,02% dalam lima hari terakhir dan 9,72% sepanjang bulan.

Data RTI Business menunjukkan IHSG sempat dibuka menguat ke posisi 6.018,08 dan menyentuh 6.012,84 sekitar pukul 09.05 WIB. Namun hanya berselang lima menit, indeks berbalik arah dan anjlok ke 5.991,53 pada pukul 09.10 WIB.

Tekanan jual yang datang lebih awal membuat indeks gagal mempertahankan level psikologis 6.000. Sepanjang tahun berjalan, IHSG masih mencatatkan kinerja negatif yang cukup dalam.

Net Foreign Sell Capai Rp 81,28 Triliun Sepanjang 2026

Aliran dana asing masih menjadi beban utama pasar saham domestik. Pada perdagangan Kamis (1/10), investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 241,86 miliar.

Sepanjang tahun 2026, akumulasi net foreign sell telah mencapai Rp 81,28 triliun. Angka ini menunjukkan tekanan keluar dana asing yang belum mereda sejak awal tahun.

Volume perdagangan pada pembukaan tercatat 39,09 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 2 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 206.100 kali.

215 Saham Menguat, 329 Melemah di Tengah Tekanan Indeks

Meski indeks tertekan, masih ada saham yang bergerak positif. Berdasarkan data perdagangan, 215 saham menguat, 329 saham melemah, dan 186 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar saat ini tercatat Rp 10.586 triliun. Angka ini mencerminkan nilai total seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah koreksi yang berlangsung.

Pelemahan IHSG sepanjang pekan ini menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Indeks turun 4,02% dalam lima hari perdagangan, menandakan tekanan jual yang konsisten.

Level 6.000 Kembali Diuji, Investor Cermati Sentimen Global

Level 6.000 sebelumnya menjadi support penting yang bertahan cukup lama. Kegagalan mempertahankan level ini membuka ruang koreksi lebih lanjut jika tidak ada sentimen positif yang masuk.

Pelaku pasar mencermati perkembangan eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan pergerakan nilai tukar rupiah. Kedua faktor ini kerap memengaruhi keputusan investor asing dalam mengalokasikan dana di pasar emerging market, termasuk Indonesia.

Dengan net foreign sell yang masih berlanjut, pasar menanti apakah ada katalis domestik yang mampu menahan tekanan jual. Laporan keuangan emiten kuartal III dan data ekonomi makro menjadi faktor yang akan dicermati dalam beberapa pekan ke depan.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks