MATARAM — Program Garuda Air Timur (Gerakan Rakyat untuk Akses Air Bersih Desa Atadei menuju Timur yang Mandiri) membawa perubahan nyata bagi warga yang sebelumnya harus menempuh satu hingga tiga jam menuju sumber air. Lewat pemasangan pompa, gardu berkapasitas sekitar 41.500 VA, jaringan distribusi, dan titik layanan, air bersih kini lebih dekat dan stabil.
Penghargaan Silver Bidang Kesehatan dalam CSR dan PDB Awards 2026 diberikan atas pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UIP Nusra di sekitar pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Atadei, Kabupaten Lembata. Ajang ini diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesian Social Sustainability Forum.
Waktu dan Beban Fisik Warga Berkurang
Sebelum program berjalan, distribusi air di Desa Atadei belum memadai. Warga menempuh jarak jauh hanya untuk memperoleh air bersih. Kondisi itu membebani waktu, tenaga, dan biaya rumah tangga.
Setelah fasilitas dibangun, kebutuhan rumah tangga dan sanitasi lebih terpenuhi. Biaya untuk memperoleh air ditekan, sementara warga punya lebih banyak waktu untuk kegiatan produktif, pendidikan, dan pengasuhan anak.
Program Dirancang agar Warga Rasakan Manfaat Sejak Awal
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif PLN dalam mendukung keberlanjutan pengembangan PLTP Atadei berkapasitas 2 x 5 megawatt yang saat ini berada pada tahap prakonstruksi.
"Program ini kami inisiasi agar masyarakat dapat merasakan manfaat sejak tahap awal pengembangan PLTP Atadei. Bagi PLN, pembangunan pembangkit harus berjalan beriringan dengan upaya membangun keberlanjutan sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar proyek," ujar Manurung.
Manurung juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lembata, pemerintah desa, mitra pelaksana, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi.
"Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Kami berterima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra pelaksana, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung. Kolaborasi ini akan terus kami jaga agar pengembangan PLTP Atadei dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat," tutup Manurung.
Ajang Evaluasi Kualitas Program TJSL
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bruly Victor Tarigan menilai keikutsertaan dalam ajang ini menjadi ruang evaluasi program TJSL yang telah dijalankan.
"Keikutsertaan dalam ajang seperti CSR dan PDB Awards menjadi salah satu ruang evaluasi bagi kami. Program yang telah dijalankan dapat dinilai dari sisi perencanaan, implementasi, dampak, hingga keberlanjutannya. Hasil evaluasi tersebut menjadi masukan bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas program TJSL agar semakin tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat," kata Bruly.
CSR dan PDB Awards 2026 diikuti sejumlah perusahaan, di antaranya PT PLN (Persero) beserta unitnya, PT Adaro Indonesia, PT ANTAM Tbk, entitas Pertamina, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pama Persada Nusantara, PT Berau Coal, PT Arutmin Indonesia, PT Timah Tbk, dan Sinar Mas Land. Penganugerahan dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto serta Ketua Umum ISSF Sudarmanto.
Program Garuda Air Timur dikembangkan untuk memperluas akses air bersih sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.