Pencarian

Danau Ketapang Bekasi, Wisata Gratis di Desa Hurip Jaya yang Hidupkan UMKM

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 19:31:31 WIB
Danau Ketapang Bekasi, Wisata Gratis di Desa Hurip Jaya yang Hidupkan UMKM
Pengunjung menikmati suasana sore di tepi Danau Ketapang, Desa Hurip Jaya, Kabupaten Bekasi.

NUSA TENGGARA BARAT — Danau Ketapang di Desa Hurip Jaya, Kabupaten Bekasi, menawarkan wisata sore gratis dengan latar hamparan persawahan yang asri. Pengunjung hanya membayar retribusi parkir untuk menikmati kawasan ruang terbuka ini, yang ramai setiap sore terutama akhir pekan. Kehadiran ratusan wisatawan lokal membawa berkah bagi pelaku UMKM sekitar.

Warga Kecamatan Setu, Firman, menjadikan Danau Ketapang sebagai tempat melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Pria 46 tahun itu memboyong istri dan anak-anaknya untuk bercengkerama di pinggir perairan.

"Kami datang bersama keluarga untuk santai dan mencari udara segar. Suasananya enak, apalagi sore bisa melihat matahari terbenam dengan pemandangan persawahan," ujar Firman saat ditemui di lokasi, Sabtu (03/10/26).

Daya Tarik Utama: Sawah, Senja, dan Udara Terbuka

Yang membedakan Danau Ketapang dari destinasi lain di Bekasi bukan wahana atau fasilitas buatan, melainkan pemandangan persawahan yang membentang di sekeliling perairan. Kombinasi itu jadi latar matahari terbenam yang kerap diburu pengunjung pada sore hari.

Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang terbuka publik. Warga datang tanpa perlu merogoh kocek untuk tiket masuk—cukup retribusi parkir—sehingga cocok untuk liburan keluarga bertema santai.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Menikmati senja dengan latar persawahan di tepi danau
  • Bercengkerama keluarga sambil duduk santai di area terbuka
  • Berburu kuliner dan minuman dari lapak UMKM lokal
  • Membiarkan anak bermain di area taman bermain yang tersedia
  • Berfoto dengan latar hamparan sawah dan perairan

Cara Menuju Lokasi

Danau Ketapang berada di Desa Hurip Jaya, Kabupaten Bekasi. Kawasan ini dapat dijangkau dari Kecamatan Setu dan sekitarnya, dengan akses kendaraan pribadi menuju area parkir di sekitar danau. Informasi rute transportasi umum terbaru sebaiknya dikonfirmasi ke pemerintah desa setempat sebelum berangkat.

Tiket Masuk & Jam Operasional

Tidak ada biaya tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan retribusi parkir. Kawasan ini paling ramai pada sore hari, terutama saat akhir pekan, ketika warga datang untuk menikmati udara segar dan matahari terbenam.

Berkah Ekonomi bagi Warga Hurip Jaya

Keramaian pengunjung mengubah wajah ekonomi Desa Hurip Jaya. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal menjajakan aneka kuliner, minuman, hingga mainan anak di sekitar kawasan.

Bagi warga setempat, keramaian Danau Ketapang bukan lagi sekadar rekreasi, melainkan urat nadi mata pencaharian baru. Pemerintah Desa mulai mematangkan gagasan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Konsep penataannya menitikberatkan pada penataan area tanpa merusak keaslian alam. Warga lokal diposisikan bukan sebagai penonton, tetapi aktor utama penggerak pariwisata desa.

Catatan soal Kebersihan dan Sampah

Lonjakan pengunjung dinilai bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak dibarengi manajemen persampahan yang ketat. Pemerintah setempat menyoroti soal kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

"Kita ingin potensi yang ada di Desa Hurip Jaya dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, pengembangannya harus dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan," tegas perwakilan otoritas pemerintah setempat.

Imbauan juga ditujukan langsung kepada pengunjung agar bertanggung jawab terhadap barang bawaannya.

"Jangan sampai pengunjung datang membawa kebahagiaan, tetapi meninggalkan sampah yang menjadi persoalan bagi kita semua," tambahnya.

Ke depan, penataan lapak pedagang, penyediaan sarana prasarana penunjang seperti tempat sampah terpadu, dan pengelolaan zonasi taman bermain akan dikebut.

Tips Berkunjung

Datang pada sore hari untuk mendapatkan waktu terbaik menikmati senja dan udara terbuka. Bawa perlengkapan secukupnya, dan pastikan membawa pulang sampah sendiri karena manajemen persampahan masih menjadi pekerjaan rumah kawasan ini.

Durasi kunjungan satu hingga dua jam cukup untuk menikmati danau, mencicipi kuliner UMKM, dan menunggu matahari terbenam. Danau Ketapang menunjukkan pariwisata berdampak tidak selalu butuh modal infrastruktur besar—cukup pelestarian alam, gotong royong warga, dan kesadaran lingkungan yang dijaga bersama.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bekasisatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks