MANDALIKA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengeksekusi evakuasi medis udara terhadap pembalap Moto2 berkebangsaan Spanyol yang terjatuh di sesi Qualifying 1. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyebut evakuasi awal memakai helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas.
Rekomendasi tim medis sirkuit menjadi dasar pengambilan langkah tersebut. Mereka menilai pembalap perlu penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan, di luar fasilitas medis sirkuit.
Helikopter Lepas Landas 11.09 WITA, Mendarat 15 Menit Kemudian
Helikopter HR-3601 mengudara dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika pukul 11.09 WITA. Pesawat itu mendarat di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 11.24 WITA.
"Helikopter HR-3601 lepas landas dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika pukul 11.09 WITA dan mendarat di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 11.24 WITA," ujar Hariyadi.
Setibanya di rumah sakit, pembalap langsung menjalani penanganan medis intensif. Tim dokter RSUD Provinsi NTB dibantu personel Kantor SAR Mataram selama proses perawatan berlangsung.
Dua Helikopter Dauphin Disiagakan Selama MotoGP Mandalika
Basarnas menempatkan dua unit helikopter jenis AS 365 N3+ Dauphin, yakni HR-3601 dan HR-3604, untuk mendukung kesiapsiagaan medis selama perhelatan MotoGP Mandalika. Setelah perawatan di RSUD Provinsi NTB rampung, pembalap diterbangkan kembali ke Sirkuit Mandalika memakai helikopter Dauphin HR-3604.
Kesiapan dua helikopter itu menjadi bagian dari sistem tanggap darurat terpadu yang beroperasi sepanjang ajang balap internasional. Koordinasi antara tim medis sirkuit, Basarnas, dan rumah sakit rujukan berjalan dalam hitungan menit sejak insiden terjadi.
Identitas pembalap, kondisi terkini, dan penyebab kecelakaan belum disebutkan dalam keterangan resmi yang dihimpun dari Basarnas.